Savon Goodman, Monster Paint Area Louvre Surabaya


Dec 27, 2019

Savon Goodman merasakan manisnya gelar juara IBL 2018-2019 bersama Stapac Jakarta. Musim ini, Savon siap membawa tim debutan Lovre Surabaya mampu bersaing di IBL 2020. Menarik untuk menyimak bagaimana Savon akan memainkan perannya di bawah asuhan Andika Supriadi Saputra.

Tentu sangat menarik melihat perkembangan tim Louvre Surabaya. Tim yang baru saja berdiri, dan langsung menjadi kontestan IBL tersebut. Berbagai kejutan disajikan dalam dua bulan terakhir. Mulai perburuan pemain lokal di bursa transfer, serta pengambilan pemain asing di IBL Draft untuk Foreign Player pada bulan November lalu.

Louvre mengambil Savon Goodman sebagai pilihan pertama mereka. Ini menarik, karena Louvre langsung menutup kans Prawira Bandung yang sudah lebih dulu ingin mengambil Savon. Terutama, karena Prawira kini diasuh oleh Giedrius Zibenas. Pelatih yang membawa Stapac Jakarta juara musim lalu. Menurut Andika, bila Prawira memiliki Savon Gooman, maka akan sulit menghentikan mereka. 

Di samping strategi melemahkan lawan, pengambilan Savon juga membuat Louvre semakin kuat. Kita tentu ingat bahwa Savon merupakan monster poin Stapac musim lalu. Ia mengoleksi rata-rata 18,5 Point per Game dan 11,3 Rebound per Game. 

"Kehadiran Savon membuat saya punya banyak opsi di paint area. Kami juga punya Galank Gunawan sebagai pemain lokalnya, lalu ada Lutfhianes Gunawan. Asing dan lokal bisa bergantian, atau bisa saja dimainkan bersama-sama," kata Andika.

Pemain asal Philadelphia, Amerika Serikat tersebut memang punya kemampuan yang lengkap di paint area. Tidak hanya berposisi sebagai center, ia juga bisa dimainkan sebagai power forward. Itu pernah dilakukan oleh tim Methodist-2 Hawks pada Elang Cup 2019. Savon bermain bersama Samuel Deguara yang berposisi sebagai center. 

Kali ini tentu IBL Fans semakin penasaran. Di mana Savon Goodman akan beroperasi. Dan, bagaimana pelatih Andika Supriadi Saputra akan membagi peran Savon dan Galank. Tunggu di IBL 2020 yang akan dimulai 10 Januari nanti. (*)