Rookie of the year 2011-2012 : Arki Dikania Wisnu, Pembawa Perubahan


Jun 04, 2020

Cuaca kala itu menjadi kendala terberat bagi Arki Dikania Wisnu yang "pulang" ke Indonesia di tahun 2011. Tapi lambat laun Super-Rookie tersebut bisa beradaptasi dan berhasil meningkatkan standar permainan basket di Indonesia. Arki membawa kultur Amerika Serikat ke Satria Muda. 

Lahir dan besar di New York, Amerika Serikat, Arki baru tinggal di Indonesia pada September 2011. Namun adaptasinya lamban terhadap cuaca. Penampilannya di liga kala itu (NBL Indonesia 2011-2012) juga tidak mencolok di awal. Meski hampir enam bulan menetap di Indonesia, pemain 187 sentimeter itu belum nyaman dengan cuaca di Indonesia. Pergantian dari panas ke hujan yang begitu cepat tidak dia rasakan di tempat tinggalnya di New York.

Arki langsung dijuluki Super-Rookie saat itu. Sebab, di musim pertamanya menapaki karier sebagai pemain profesional Indonesia bersama Satria Muda, Arki sudah jadi top scorer. Arki mencetak 301 poin dari 21 pertandingan. Dia berhasil mengungguli bintang Satria Muda kala itu, Faisal Julius Achmad yang berada di posisi kedua dengan 283 poin. 

Di Amerika Serikat, Arki adalah pemain basket yang aktif. Pernah membela Newtown High School di New York pada 2002-2006, lalu bergabung dengan Baruch College New York yang bermain di NCAA Divisi III (2006-2011). Arki bisa bermain di tiga posisi dengan sangat baik yaitu point guard, shooting guard, dan small forward. Meski kini, dirinya lebih banyak dimainkan di posisi small forward.

Selama bermain di musim 2011-2012, Arki mencetak delapan kali double-double. Penampilannya cemerlang di bawah asuhan pelatih Octaviarro Romely Tamtelahitu. Kala itu, Satria Muda sukses mendapatkan gelar juara NBL Indonesia. Sungguh musim yang menyenangkan bagi Arki. Dia sukses mendapatkan dua penghargaan individu sekaligus yaitu Sixthman of the Year dan Rookie of the Year, serta masuk dalam First Team NBL Indonesia 2011-2012. 

Arki bukan hanya sekadar bintang di klubnya. Lambat laun, Arki menjadi ikon klub sekaligus kapten tim yang menjadi panutan rekan-rekannya. Arki tidak pernah pindah klub sejak musim debut hingga sekarang. Secara status, Arki masih milik Satria Muda, meski dia tampil bersama Indonesia Patriots di IBL 2020.

Arki kembali membawa Satria Muda menjadi juara di NBL Indonesia 2014-2015. Kemudian setelah itu badai cedera melanda. Arki mengalami cedera telapak kaki yang sempat menghambatnya di IBL 2016-2017. Namun pada IBL 2017-2018, Arki berhasil kembali ke performa menawan. Lagi-lagi Satria Muda tampil sebagai juara di liga kasta tertinggi di Indonesia. 

Soal nasionalisme, jangan ditanya lagi. Arki selalu bersedia ketika timnas basket Indonesia memanggilnya untuk tampil di turnamen-turnamen internasional. Arki bukan hanya pemain yang bagus di dalam lapangan. Di luar lapangan, ia menjadi contoh bagi atlet lainnya. Bersama istri dan anaknya, Arki kerap kali membagi gaya hidup sehat di rumah. (*)