Rise and Shine : IBL Luncurkan Film Dokumenter untuk Pertahankan Semangat Olahraga Melewati Pandemi


Aug 30, 2022

Dua tahun melangsungkan kompetisi dimasa pandemi Covid-19 tentu bukan hal mudah. Dengan tekad dan komitmen kuat, IBL mampu menyelenggarakan dan menuntaskan di tengah keterbatasan. 

Musim kompetisi IBL 2020 harus terhenti karena pandemi Covid-19. IBL Tak diteruskan sejak seri si Malang Maret 2020.

"Tahun 2021 dengan komitmen kuat dan dukungan semua pihak. IBL berlangsung dengan sistem gelembung. Babak reguler di Robinson Cisarua Resort dan Play Offs di Britama Arena Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta Utara," kenang Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah. Kompetisi berlangsung tanpa penonton umum.

Tahun 2022, IBL menjadi kompetisi olahraga profesional pertama di Indonesia yang menghadirkan penonton langsung di stadion dengan protokol kesehatan ketat. Seri pertama digelar di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Sayang, lonjakan kasus Covid-19 membuat kompetisi terhenti sementara ketika berlangsung di Bandung.dan kemudian berlanjut di satu tempat, Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

Setelah jeda usai musim reguler untuk memberikan dukungan kepada timnas Indonesia yang akhirnya sukses mencatat sejarah dengan merebut medali emas SEA Games Hanoi Vietnam, IBL menggelar babak play Offs di C-Tra Arena Bandung 13-30 Agustus. 

Sebagai pelajaran dan kenangan perjuangan menghadirkan kompetisi dimasa pandemi, IBL merilis sebuah film dokumenter tentang hal tersebut. Film tersebut bertitel Rise and Shine, menunjukkan bagaimana mempertahankan semangat olahraga melewati pandemi. 

"Diharapkan momen dokumenter ini bisa jadi penyemangat terus ke depannya dan secara bersma-sama terus membangkitkan industri bolabasket. Secara lengkap film tersebut bisa disaksikan di IBL TV pada tanggal 3  September mendatang," pungkasnya. 

Tekad dan komitmen kuat semua pihak yang terlibat, memang menjadi kunci sukses sebuah kompetisi. IBL sudah membuktikan, selamat menyaksikan.