Pringgo Regowo Membawa Kedewasaan di West Bandits


Feb 04, 2021

Pringgo Regowo terakhir bermain di IBL 2016-2017 bersama Aspac Jakarta. Kembalinya Pringgo ke Aspac bukan atas kemauannya sendiri. Karena saat itu, Stadium Jakarta memutuskan bergabung dengan Aspac. Sehingga mau tidak mau, Pringgo harus menghormati kontrak yang sudah ditandatangani bersama Stadium. Tiga tahun absen dari kompetisi profesional, dia kini membawa kedewasaan di roster tim West Bandits Solo. 

Keberadaan Pringgo di roster West Bandits sangat penting. Sebab, dia masuk sebagai pemain yang bisa mencetak poin. Meski di West Bandits sudah punya pendulang poin yang istimewa seperti Merio Ferdiansyah, Andre Adrianno, Mei Joni, dan Widyanta Putra Teja. Penting untuk menghadirkan seorang Pringgo di tengah untuk menjaga second-chance. 

Di masa kejayaannya, atau saat Pringgo menjadi MVP liga, dia mencetak rataan 12,0 PPG, 9.1 RPG, dan 2,1 APG dalam 33 pertandingan. Pringgo juga sangat efektif di bawah ring, karena hanya membuat 0,9 turnover per laga. Pringgo adalah salah satu power forward terbaik di tanah air. Dan, sampai sekarang belum ada pemain sebaik Pringgo di posisi tersebut. 

Pringgo tetap bermain konsisten meski usianya sudah berkepala tiga. Pringgo bisa tetap stabil karena tipe permainannya sendiri. Dia bermain dengan fundamental yang baik. Apalagi Pringgo sempat cedera ACL yang melemahkannya di tahun 2010 dan 2013. Tapi itu bukan halangan bagi Pringgo untuk kembali menampilkan performa terbaik. Dari situ, dia dianggap sebagai contoh bagi pemain basket lain agar tidak menyerah dan bangkit setelah cedera.

Soal prestasi, Pringgo pernah dua kali menjadi juara liga, MVP, 1000 poin, 1000 rebound di NBL Indonesia. Pringgo juga pernah membela timnas Indonesia di SEABA Championship 2013 di Medan, dan SEABA Cup 2014 di Medan juga. 

Dia termasuk atlet yang jauh dari kabar tak sedap. Satu-satunya peristiwa yang mencoreng namanya hanyalah skorsing yang diberikan Aspac. Pringgo dianggap indisipliner waktu itu. Selebihnya, Pringgo tidak pernah punya catatan buruk. Bahkan ketika Stadium bergabung dengan Aspac, dia tetap menghormati kontraknya. Meski dalam diri pribadi Pringgo tidak ingin kembali ke Aspac. Pringgo belakangan sibuk dengan akademi basket junior. Melatih anak-anak tampaknya membuat Pringgo lebih dewasa. (*)