Play Off Memang Keras, Satria Muda Menangi Laga Pertama


Mar 01, 2019

Lewat laga cukup keras, Satria Muda Pertamina merebut kemenangan pada gim pertama play offs IBL Pertamax 2018-19. Satria Muda menundukkan Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja 81-69 di Hi Test Arena, Batam, Kepulauan Riaum Jumat (1/3).

Membuka kuarter pertama, Bima Perkasa sempat unggul 4-1, namun Satria Muda mengejar berbalik unggul 17-10 walau akhirnya menutup kuarter awal dengan keunggulan tipis, Satria Muda memimpin 22-21. Kuarter kedua juga berlangsung sangat ketat dan cukup keras, Satria Muda tetap unggul dengan marjin enam angka 39-33.

Kuarter ketiga sang juara bertahan melaju. Paruh awal kuarter ketiga Arki Dikania Wisnu dkk sudah ungguk 52-35 dan kemudian menutupnya dengan kedudukan 61-46. Bima Perkasa pantang menyerah. David Seagers dkk mengejar lewat tembakan tiga angka Azzaryan Pradhitya, Alan As?adi dan Seagers menipiskan ketinggalan hanya menjadi selisih lima angka di lima menit awal kuarter terakhir, 64-69. Satria Muda kemudian bangkit dan terus unggul hingga 81-69.

Puji Tuhan menang di gim pertama, tetapi tugas belum selesai. Masih banyak yang harus dibenahi seperti terlihat pada kuarter keempat kami kecolongan 23 poin, kata pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh. Konsistensi harus terjaga. Besok kami harus menang, tegasnya.

Soal emosi para pemain Satria Muda yang terlihat sedikit meninggi, bukan masalah bagi Youbel. Tensi play off memang makin tinggi. Emosi itu wujud dari rasa tak mau kalah dan tekad menang Satria Muda, ini yang kita cari selama ini, paparnya.

Nyaris terkejar di kuarter keempat diakuinya karena defense yang belum rapi sehingga lawan mampu melepaskan tembakan tembakan tiga angka. Besok defense harus lebih rapi lagi,? ujarnya. Gim besok pasti lebih berwarna, ramalnya.

Pelatih Bima Perkasa, Raoul Miguel Hadinoto mengeluhkan menurunnya performa pasukannya pada kuarter ketiga. Saya puji para pemain bench kami yang terus berusaha keras pada kuarter keempat. Sayang, ketinggalan di kuarter ketiga terlalu jauh, katanya.

Di kuarter keempat pasukannya bekerja keras hingga hanya terpaut lima angka. Sayang, kemudian kehabisan gas, tutur Ebos, sapaan Raoul. Kuarter ketiga kami terlalu santai, sementara Satria Muda bermain lebih keras, katanya. Benturan keras dalam play off adalah hal biasa. Inilah play off, kata Ebos yang sukses membawa Bima Perkasa mencicipi play off untuk pertama kalinya setelah dua musim melatih Yanuar Dwi Priasmoro dkk.

Pembagian bola kami di kuarter ketiga tidak bagus. Pada kuarter terakhir baru bagus. Defense kami harus lebih sabar lagi. Kami akan evaluasi lewat rekaman pertandingan untuk pertandingan kedua besok, katanya.

Jamarr Johnson mencetak double double dengan catatan 18 angka dan 14 rebound. Dior Lowhorn membuat 24 poin plus sembilan rebound. Arki mencatat 19 angka dan sembilan assist. Sementara di kubu Bima Perkasa, David Seagers mencetak 23 angka. David Atkinson mengemas 16 angka dan Yanuar membuat 11 poin. Atkinson kurang bagus hari ini. Dia tak mampu memasukkan tembakan tiga angka sekalipun dari tujuh kesempatan, ujar Ebos.

Laga kedua bisa jadi lebih keras lagi. Mampukah Satria Muda menuntaskan tugas di babak play offs atau Bima Perkasa berhasil membalas?

Pecinta bola basket Batam pasti puas menikmati laga seru nan keras di play off IBL Pertamax 2018-19 ini. Antusiasme mereka terlihat di Hi Test Arena ketika aksi-aksi menawan ditampilkan para pemain asing maupun lokal. Partai keras namun tetap menjunjung sportivitas memang memikat untuk ditonton. Pecinta bola basket di Batam pasti puas.