Nuke Tri Saputra Kehilangan Momentum Kebangkitan


Apr 26, 2020

Nuke Tri Saputra menjadi penutup lubang penting di tim Bank BPD Bima Perkasa. Sebab di IBL Pertamax 2020, Bima Perkasa belum bisa memainkan Yanuar Dwi Priasmoro karena cedera. Tetapi wabah Covid-19 membuat Nuke kehilangan momentum kebangkitan.

Seperti yang berkali-kali dikatakan pelatih Bima Perkasa, Raoul Miguel Hadinoto, bahwa tim yang bisa mencuri kemenangan di IBL adalah tim yang punya kontribusi dari pemain lokal. Filosofi tersebut membuat Raoul menempatkan Nuke untuk menambal lubang yang ditinggalkan oleh Yanuar. Karena selama ini Yanuar menjadi pendulang poin terbanyak untuk pemain lokal, mendukung kontribusi pemain asing.

Namun selama ini Nuke belum bisa menyatu dengan tim ini. Alasannya tentu saja dirinya baru bergabung dengan Bima Perkasa. Faktor lainnya, Nuke mengaku baru bermain setelah beristirahat satu musim kompetisi.

"Saya memang tidak pernah berpikir bisa kembali (tampil di liga) secepat ini. Karena untuk menjadi pemain free agent harus istirahat selama dua musim. Saya hanya satu musim. Mungkin ada perasaan kaget dan belum siap di awal-awal musim," kata Nuke.

Nuke menjelaskan bahwa prosesnya menyatu dengan Bima Perkasa terbilang cepat. Meski dibilang belum seratus persen, ternyata Nuke sudah bisa mencetak 10,6 PPG selama enam seri. Dia menjadi satu-satunya pemain lokal dengan kontribusi doubel digit points. Nuke mengaku di seri Surabaya, sudah mulai menemukan ritme bermain yang senada dengan timnya. 

"Saya sebenarnya punya rencana bangkit di seri Malang. Tetapi apa daya malah terjadi penundaan karena wabah ini. Mungkin bisa dibilang, saya kehilangan momentum untuk bangkit," jelasnya.

IBL memutuskan bahwa liga bisa dilanjutkan dan langsung ke babak playoff. Lima tim peringkat bawah akan berlaga dulu di fase round-robin. Jadi Bima Perkasa juga akan bersaing dengan Prawira Bandung, Amartha Hangtuah, Pacific Caesar Surabaya, dan Satya Wacana Salatiga. (*)