Michael Ayodele Kolawole, Si Misterius Yang Siap Beri Kejutan


Jan 01, 2020

Nama Michael Ayodele Kolawole menjadi pilihan ketiga Louvre Surabaya dalam IBL Draft 2019. Rasanya memang sedikit aneh, setelah sebelumnya mereka memilih Savon Goodman dan Martavious Irving. Kolawole tampak asing di telinga IBL Fans. Namun "Si Misterius" itu siap memberi kejutan di Indonesian Basketball League (IBL) 2020 nanti.

Sebagai tim baru, wajar kalau Louvre Surabaya memilih nama-nama pemain asing yang sudah terbukti kualitasnya. Sebut saja Savon Goodman yang pernah juara bersama Stapac Jakarta di IBL 2018-2019, serta Martavious Irving yang juara bersama Pelita Jaya Jakarta pada IBL 2016-2017. Sedangkan satu nama pemain asing, justru di luar dugaan. Lovre mengambil Kolawole.

Mike Kolawole adalah pemain kelahiran Rowlett, Texas, Amerika Serikat, berusia 22 tahun. Pemain yang masih muda dan terakhir bermain di Lamar University (NCAA) tahun 2017 hingga 2019. Jadi, ini adalah musim perdananya tampil sebagai pemain profesional.

Kolawole memiliki postur tubuh yang baik, bahkan lebih tinggi untuk ukuran guard. Tinggal 191 centimeter dengan berat badan 91 kilogram. Namun ia mampu melompat dan terlihat ringan sekali.

"Dia seorang guard. Tetapi punya kecepatan dan lompatannya tinggi. Saya senang dengan pemain ini. Dia punya kelebihan bisa bermain semua posisi," ucap pelatih Louvre, Andika Supriadi Saputra.

Pada uji coba antara Louvre Surabaya melawan BBM CLS Knights Indonesia, Kolawole tampil baik. Ia mencetak 13 points, 4 rebounds, 2 assist, 6 steals. Semakin menambah keyakinan bahwa dia pemain yang handal adalah semua catatan statistik tersebut diperoleh saat tampil selam 19 menit 38 detik.

"Kolawole itu mengerti apa yang saya mau, buat dia dan tim ini," tambah Andika.

Kolawole bisa jadi senjata rahasia bagi Louvre Surabaya. Apalagi hingga kini belum ada catatan statistik profesional pemain ini, hanya statistik dari NCAA saja. Kolawole bermain 33 pertandingan bersama Lamar University dengan 10 kali menjadi starter di musim 2018-2019. 

Rasanya semakin penasaran untuk menyaksikan permainan Kolawole bersama Louvre Surabaya di IBL 2020 nanti.