Menunggu Lahirnya Pahlawan Basket Baru di Kediri


Feb 26, 2020

Kediri bersama dengan klub basket Halim pernah menjadi primadona. Deretan bintang seperti Pek King Sing, Lie Gwan Ming, Lie Gwan Chin, Amin Prihantono, hingga yang masih aktif bermain yakni Wendha Wijaya lahir di Kota Tahu.

Akan tetapi, dalam satu dekade terakhir, Kediri dan basketnya mati suri. Klub Halim tak lagi aktif, turnamen kompetitif juga tak hidup.

Harapan membangkitkan kembali basket di Kota Tahu diusung Ketua Perbasi Kediri, Andy Junaidi. Keinginan itu membuat Andy menghubungi kembali para legenda dan mengajak mereka bermain bersama.

Andy berhasil mengajak Lei Gwan Chin, Wendha Wijaya, Heru Wiyono, Redi Konetjoro, Robi, Karianto, Pek King Sing, Donny Ristanto, Wirjono, Go Ing Djoeng, Lie Gwan Ming, dan Lie Tjui Tek, kembali berkumpul di lapangan.

Tujuannya agar anak muda di Kediri kembali mengenah para pahlawan basket Kota Tahu.

“Tujuannya ingin mengenalkan kembali bahwa Kediri pernah punya nama di kancah nasional,” ujar Andy.

“Pembibitan Kediri sudah tidak aktif sejak halim vakum. Jadi saya dorong klub klub melakukan pembinaan, biar anak muda punya passion,” sambungnya.

Andy berharap, keinginannya melihat pahlawan basket baru dari Kediri bisa terbantu dengan kehadiran Indonesia Basketball League (IBL) Pertamax 2020 yang berlangsung di GOR Jayabaya pada 28 Februari.

Dengan adanya kompetisi basket tertinggi Tanaha Air itu, Andy ingin semangat anak muda di Kediri terlecut.

“Tentunya sangat senang, ini IBL pertama di Kediri. Dulu terakhir era Kobatama setelah tidak ada halim. Setelah lebih dari 15 tahun ada lagi, jadi animonya bisa semakin menggeliat, anak muda semakin antuasias, orang tua juga makin suppport,” tutur Andy.

Persaingan di IBL Pertamax 2020 membuat Andy optimistis semangat anak muda di Kediri bisa terpacu. Andy ingin, pebasket belia di kotanya bisa memiliki idola baru.

“Biar mereka punya idola baru seperti Pek King Sing, Amin Prihantono. Jadi mereka bisa punya contoh,” ujar Andy,.