Dewa United Banten menelan tiga kekalahan beruntun, setelah mereka menyerah dari Rajawali Medan, 82-86, pada Jumat malam (20/2), di Dewa United Arena. Setelah pertandingan, head coach Agusti Julbe Bosch tidak mau berkomentar banyak tentang kekalahan ketiga tersebut.
"Saya tidak punya komentar untuk pertandingan ini. Kami punya kesempatan menang dan kami gagal. Itu saja yang bisa saya katakan untuk pertandingan ini," ujar Coach Agusti, dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Faktanya, Dewa United terakhir menderita tiga kekalahan beruntun pada musim reguler 2022. Dan, menariknya ada nama tim Rajawali dalam tiga kekalahan beruntun di tahun tersebut. Selain Prawira dan NSH Mountain Gold.
Sehingga rekor kali ini, bisa dikatakan sebagai salah satu rekor terburuk tim sejak 2023. Dan, jika Dewa United tidak bisa bangkit hari ini (21/2), melawan Satria Muda Pertamina Bandung, maka akan jadi rekor terburuk sepanjang sejarah klub tersebut. Maka pantas kalau head coach Agusti tidak ingin berkomentar tentang hasil yang mengecewakan tersebut.
Kabar baiknya, dengan rekor 5-4, maka Dewa United belum sepenuhnya dikatakan buruk. Karena musim lalu, mereka menderita lima kekalahan di musim reguler.
Berbeda dengan Coach Agusti, yang tidak mau memberikan banyak komentar, pemain Dewa United Rio Disi membeberkan bagaimana situasi yang terjadi pada timnya. Khususnya dalam tiga laga terakhir, di mana mereka kebobolan dengan average 96.6 poin dari tiga tim, yaitu Rajawali, Hornbills, dan Kesatria.
"Tiga pertandingan terakhir, kami kebobolan banyak poin, mungkin pekerjaan rumah adalah defense," ungkapnya. "Memang setiap pertandingan, harus ada yang step up dari pemain lokal untuk kontribusi poin. Namun saat ini bukan masalah poin, tapi defense yang harus kami perbaiki."
Dewa United akan menjamu Satria Muda pada Sabtu malam, yang akan menjadi pertandingan penting bagi mereka. (*)
0 Comments