Ibl Legends:Cokorda Rai Adi Pramartha Sukses di Dunia Akademi, Tetap Mengurus Bola Basket


Oct 23, 2022

Cokorda Rai Adi Pramartha sudah meninggalkan bola basket professional sejak tahun 2006. Dia serius menekuni dunia pendidikan hingga meraih gelar doctor dari Sydney University Australia. Sebelumnya dia menyelesaikan kuliah S1 Teknik Elektro Universitas Trisakti dan Master in Bussines Administration dari Universitas Bina Nusantara.

Tata, sapaannya, kemudian memutuskan pulang dan mengabdi di Bali, kampung halamannya. Dia kemudian menjadi pengajar pada Universitas Udayana dan kini menjadi Associate Professor Ilmu Komputer. Tata juga sukses menjadi penemu keyboard Tamiang Balinese untuk tulisan huruf Bali.

Tata beberapa kali mendapat penghargaan akademis.  Daintaranya tahun lalu dia meraih penghargaan sebagai dosen pemilik Hak Karya Intelektual terbanyak dalam tiga)tahun terakhir, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Pada tahun 2018 dia masuk nominasi untuk Australian Council of Professors and Heads of Information Systems (ACPHIS) Best Australian Information Systems PhD Thesis Award dan setahun sebelumnya menjadi finalis kompetisi tesis tiga menit yang diadakan oleh Sydney South East Asia Centre (SSEAC), The University of Sydney.

Tata mengakui kehidupan sebagai atlet bolabasket memberi pengaruh positif saat dia menimba ilmu akademis. 

"Saya mengambil program doctor karena merupakan jenjang tertinggi dalam dunia pendidikan dan karier saya. Sama halnya saat bermain bola basket, maka tujuan tertinggi kita adalah sampai mewakili Indonesia,” tutur Tata yang sempat masuk dalam tim nasional junior Indonesia pada tahun 1996.

Dia mengakui, bekal dari bola basket membantunya  dalam pencapaian prestasi di luar lapangan. “Spirit berjuang di lapangan basket terbawa dalam kehidupan. Di basket, hari ini kita kalah, besok harus kembali siap bertempur 100 persen untuk menang. Itu terbawa dalam perjalanan hidup saya,” akunya.

Karena itu, tak heran jika Tata tak akan pernah melupakan bolabasket, bagai kacang yang tak akan pernah melupakan kulitnya. Tata kini aktif dalam kepengurusan Pengurus Provinsi Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia Bali. Dia menjadi Wakil Ketua III Pengprov Perbasi Bali di bawah kepemimpinan I Wayan Adi Arnawa.

Semoga sukses selalu Tata, baik dalam dunia pendidikan maupun memajukan bolabasket Pulau Dewata.