Ibl Legends: Dimas Aryo Dewanto Bintang Bima Sakti dan Pelita Jaya


Sep 19, 2021

IBL 2005, seorang pemain muda Bima Sakti Malang, menarik perhatian. Tak cuma permainan yang cukup menawan tetapi nama di bagian punggung jerseynya cukup unik, Samid.

Tak ada nama Samid di roster pemain Bima Sakti.  Si pemain ternyata bernama Dimas Aryo Dewanto. Dia membalik nama Dimas menjadi Samid, ciri khas Arek Malang.

"Saya memang asli Malang," kata Dimas yang kini berusia 35 tahun. "Pertama kali latihan basket di klub Indonesia Muda Malang," tuturnya.

Yang menarik, saat kuliah di jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang, Dimas bersama tim basket kampusnya sempat dilatih bintang Bima Sakti waktu itu,  Andrie "Yayan" Ekayana. Ketika Dimas bergabung dengan Bima Sakti dia pun menjadi rekan satu tim sang pelatih sekaligus idolanya.

"Mas Yayan itu idola saya, kemudian jadi pelatih dan tak disangka saya punya kesempatan bermain satu tim dengannya," kenang Dimas.

Enam musim dia bersama Bima Sakti hingga tahun 2010 sampai Pelita Jaya meminangnya. Dimas berkarier di Pelita Jaya hingga memutuskan pensiun seusai musim kompetisi IBL 2016.

"Jadi saya bermain enam musim untuk Bima Sakti dan enam musim bersama Pelita Jaya," tuturnya. 

Dimas juga masuk dalam tim nasional Indonesia pada SEA Games 2011 di Jakarta, ketika itu Indonesia merebut medali perunggu. "Tahun 2015 saya juga dipanggil mengikuti pelatnas SEA Games, tetapi klub tidak mengijinkan karena saya juga baru mengalami cedera saat itu," ujarnya.

Padahal, jika masuk tim nasional saat itu, Dimas akan kembali satu tim dengan Yayan dan merebut medali perak. "Memang belum rejeki saya," katanya sambil tersenyum. 

Setelah pensiun sebagai pebasket di Pelita Jaya, Dimas memutuskan bekerja. "Saya tiga tahun bekerja off shore di Pertamina, tahun 2019 saya bekerja di Garuda," paparnya.

"Sekarang saya main basket rutin seminggu sekali bersama teman kantor termasuk Faisal J. Ahmad dan Vamiga Michel," ungkapnya.