IBL LEGENDS : Dimas Aryo Dewanto, Guard Tercepat Pada Masanya


Mar 06, 2021

Bagi IBL Fans penggemar Pelita Jaya pasti mengenal nama Dimas Aryo Dewanto. Guard yang terkenal karena kecepatannya. Di masa keemasannya, Dimas sangat berbahaya di kedua ujung lantai, bertahan dan menyerang. 

Pada tahun 2010, klub Bimasakti seperti dilucuti. Ini karena ada tiga pemain inti mereka yang pindah ke klub ibukota. Point guard Jerink pindah ke Aspac, kemudian Ponsianus Nyoman Indrawan atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Komink pindah ke Pelita Jaya. Terakhir, Dimas Aryo Dewanto menyusul Komink ke Pelita Jaya. 

Untuk memboyong Dimas, Pelita Jaya membelanjakan sekitar Rp 100 juta. Jumlah transfer yang besar saat itu. Pelita Jaya sebenarnya menjadi favorit juara kala itu, tapi salah satu punggawa pentingnya saat itu cedera. Andy "Batam" Poejakesuma mengalami cedera ACL, yang membuatnya dia absen delapan bulan, mereduksi kekuatan Pelita. Bergabungnya Dimas saat itu diharapkan bisa menambal kekurangan Pelita Jaya. 

Bakat basket Dimas diturunkan oleh ayahnya, yaitu (alm) Bambang Kusno. Beliau juga pernah menjadi pemain Bima Perkasa. Sang ayah meninggal saat pertengahan musim kompetisi 2010-11. Ini menjadi musim yang berat bagi Dimas. Namun bungsu dari empat bersaudara tersebut tetap tegar dan fokus membela Pelita Jaya. 

Bukti dedikasinya di basket profesional berbuah manis. Dimas terpilih sebagai salah satu pemain tim nasional Indonesia di SEA Games 2011. Kemudian pada musim 2012-13, Dimas masuk sebagai salah satu pemain yang bisa mengoleksi 1.000 poin di liga serta terpilih menjadi First Team. Semusim setelahnya (2013-14) Dimas membuat catatan terbaik sepanjang karirnya. Dalam 33 pertandingan Dimas mencetak 14,7 PPG, 4,5 RPG, dan 3,0 APG. 

Dimas terakhir membela Pelita Jaya di IBL 2016. Setelah itu, dia sempat berlatih bersama Hangtuah. Saat itu Dimas mengaku hanya bermain di Perbasi Cup 2016 saja. Karena untuk bermain di Hangtuah pada musim reguler IBL, tim tersebut perlu mengeluarkan biaya transfer. Karena saat itu Dimas belum berstatus bebas agen. Tetapi justru itu jadi saat-saat terakhir pensiunnya.

Dimas sebenarnya masih aktif bermain basket. Meksi tidak bermain di klub profesional. Dimas masih terlihat di beberapa turnamen amatir. (*)