Hujan Three Point di Kuarter Kedua, Satria Muda Berbalik Unggul 48-41 atas Pelita Jaya


Aug 28, 2022

Mental bertanding anak-anak Satria Muda sangat luar biasa. Mereka mampu menghapus ketertinggalan 11 angka di kuarter pertama. Di awal kuarter kedua, tembakan tiga angka Antoni Erga membuat skor sama kuat 24-24. Inilah yang harus diwaspadai oleh Pelita Jaya. Sebab, meski sempat unggul, tapi sebenarnya mereka bermain dalam tekanan. Karena kesalahan sedikit saja, maka sama dengan memberi peluang SM untuk juara. 

Saat PJ berusaha untuk unggul, maka SM selalu punya jawaban. Seperti saat PJ unggul empat angka (28-24), maka SM bisa menyamakan kedudukan lagi melalui Rizal Falconi dan pull up jumper yang indah dari Antoni Erga. SM benar-benar bermain tanpa beban. Karena sampi di pertengahan kuarter kedua ini, PJ malah sudah melakukan 3 kali turnovers.

Terjadi momen yang menarik di pertengahan kuarter kedua, di mana kedua tim saling balas mencetak tembakan three point. Sandy Aziz memasukkan dua kali, dan Hardian Wicaksono membalasnya. Tapi karena dua kali three point dari Sandy tersebut, SM berbalik unggul 36-35. Lalu setelah itu Elijah Foster menambahkan dua poin melalui free throw yang membawa SM memimpin 38-35. Tampaknya SM membuat strategi untuk membuat sebanyak-banyaknya tembakan three point. 

Di bawah satu menit, SM masih memimpin dengan skor tipis 40-39. Lalu tembakan three point Juan Laurent membuat jarak melebar jadi 43-39. Juan tampaknya punya motivasi tersendiri ketika dia tampil di GOR C-Tra Arena. Karena Juan sudah mencetak 10 angka di first half. Saat kuarter kedua ditutup, SM masih mampu menjaga keunggulan mereka dengan skor 48-41.

Di kubu PJ, sudah ada tiga pemain dengan double digit point. Mereka adalah Dior Lowhorn (11 poin), Andakara Prastawa (11 poin), dan M. Hardian Wicaksono (10 poin). PJ memasukkan 20 point dari paint area yang menjadi keunggulan mereka. Namun sayangnya, PJ kebobolan dari luar busus. SM mampu mencetak 9 tembakan three point dari 17 attempt. Ini yang harus diwaspadai PJ di babak kedua. (*)