Hangtuah Jakarta bermain agresif di babak pertama melawan tuan rumah Satria Muda Pertamina, di Bandung Arena, pada Minggu malam (8/2). Mereka memaksa Satria Muda melakukan 15 personal foul yang sangat merugikan. Hangtuah unggul 39-38 saat turun minum.
Hangtuah menggunakan taktik yang jitu untuk memaksa Satria Muda melakukan kesalahan sendiri. Mereka memaksimalkan keunggulan ukuran untuk menyerang paint area, sehingga membuat Satria Muda melakukan pelanggaran. Hasilnya, Hangtuah mendapatkan 21 kesempatan free throw, dan dari jumlah tersebut 18 tembakan bebas membantu Hangtuah untuk mengungguli lawannya.
Secara keseluruhan, performa Hangtuah tidak terlalu bagus di field goals. Mereka hanya mencetak sembilan tembakan dari 32 percobaan. Tetapi dengan permainan mereka yang agresif, Hangtuah bisa mendapatkan banyak tembakan bebas. "Kami memang ingin bermain agresif sejak awal. Tetapi ini juga berbahaya bagi kami, karena akan memicu pembalasan dari Satria Muda. Kami harus berhati-hati di babak kedua," ungkap asisten pelatih Hangtuah, Antonius Ferry Rinaldo.
Sebaliknya, tuan rumah lebih baik dalam field goals. Mereka memasukkan 14 dari 37 percobaan tembakan. Satria Muda cukup tenang meski melakukan banyak kesalahan. Di sisi lain, ada dua pemain yang sudah tiga kali melakukan personal foul, yaitu Chad Brown dan M. Sandy Ibrahim Aziz. Mereka harus berhati-hati di babak kedua. (*)
0 Comments