Dio Tirta Saputra Buktikan Malang Belum Habis


Mar 12, 2020

Sejak musim kompetisi 2017 silam, klub Bima Sakti digantikan oleh Bima Perkasa, dan pindah ke Jogjakarta. Artinya tidak ada lagi wakil Malang di kompetisi basket kasta tertinggi di tanah air. Namun pada IBL Pertamax 2020, ada Dio Tirta Saputra, pemain asli Malang yang kini membela Louvre Surabaya. Dio membuktikan bahwa telanta basket dari Malang belum habis.

Sebagai tim baru di IBL, komposisi Louvre memang unik. Ada pemain-pemain senior, namun ada pula pemain yang benar-benar tidak pernah terdengar oleh IBL Fans sebelumnya. Termasuk Dio Tirta Saputra, yang kini mencuri perhatian. Selain jadi salah satu andalan di barisan bangku cadangan Louvre, Dio kini tengah bertarung memperebutkan gelar Rookie Of The Year musim ini.

Seri VII di Malang tentu sangat istimewa untuk Dio. Sebab, ia akan tampil perdana sebagai pemain profesional di kampung halamannya sendiri. "Senang sekali bisa kembali ke Malang. Saya ingin buktikan kalau basket di Malang belum habis. Pemain-pemain dari Malang layak diperhitungkan di basket tanah air. Tidak boleh diremehkan oleh kota-kota lainnya," kata Dio.

Dio sosok yang pantang menyerah. Ia merantau ke Surabaya, saat mendengar tim Louvre mengadakan trial pemain. Saat itu, dari Malang ada empat pemain yang ikut trial. Tapi akhirnya hanya Dio yang dipilih oleh pelatih Andika Supriadi Saputra. Kenyataannya, memang Dio bisa jadi bintang kecil yang siap bersinar di musim-musim mendatang.

Menanggapi persaingan IBL Pertamax 2020, Dio yakin di Malang akan seru. Sebab, semua tim ingin mengamankan tiket Play-Off. Peluang Louvre cukup besar, dan Dio juga ingin berperan di laga-laga penting nanti.

"Menurut saya, persaingan di Malang pasti ketat, karena sudah akhir musim. Soal peluang, kami akan berusaha maksimal di tiap pertandingan," ucap mahasiswa Universitas Negeri Malang tersebut. (*)