Kabar Rookie: Pembuktian Dio Tirta


Jul 01, 2020

Bagi penggawa Louvre Surabaya, Dio Tirta Saputra, kesempatan bermain di Indonesia Basketball League (IBL) merupakan ajang pembuktian baginya. Berasal dari Malang, Dio ingin membuktikan bahawa pebasket kota Apel belum habis.

Sejak Bima Sakti berganti nama menjadi Bima Perkasa Jogja, Malang seakan kehilangan wakil di IBL. Sebagai pengganti, Dio ingin keberadaanya di IBL bukan hanya sekadar lewat.

“Ada misi pribadi bagi saya di IBL. Saya ingin membuktikan kalau basket di Malang itu belum habis,” ujar Dio.

Sebagai rookie, Dio terbilang mendapat kepercayaan lebih dari pelatih Louvre Surabaya, Andika Saputra. Sebagai pemain baru, Dio berusaha mengikuti semua arahan dari pria yang akrab disapa Bedu tersebut.

“Coach Bedu selalu menekankan defense saat latihan. Itu yang selalu saya turuti sehingga mungkin ia memberi kepercayaan lebih kepada saya sebagai pemain,” tutur Dio.

Di musim perdananya, Dio mencatatkan 10,71 menit per gim. Seperti kebanyakan pemain debutan, Dio sempat demam panggung di awal.

Apalagi, di Louvre Surabaya terdapat pemain bintang dan senior seperti Galank Gunawan, Daniel Wenas, Wendha Wijaya, dan Dimazz Muharri.

Kesempatan bermain dengan mereka tak ingin dilewatkan percuma. Sebisa mungkin, Dio ingin menyerap ilmu dari para seniornya.

“Itu menjadi sebuah keberuntungan bagi saya bisa setem dengan mereka. Pengalaman mereka menjadi ilmu yang saya pelajari,” tutur pemain berusia 21 tahun itu.

Saat mengetahui akan direkrut Louvre Surabaya, Dio mengaku sempat khawatir mengingat tim ini baru terbentuk dan begabung di IBL. Namun, Dio percaya, tak ada kesempatan yang diberikan secara percuma.

Bagi Dio, Louvre Surabaya justru bisa menjadi tolok ukur bagaimana klub basket profesional Indonesia berjalan. Meski tim baru, Louvre Surabaya tak segan memanjakan pemainnya.

Musim perdana Dio seharusnya berjalan mulus. Namun, pandemi virus corona membuat performanya yang mulai menanjak harus terhenti semetara. Apalagi, IBL Pertamax 2020 terhenti saat Malang menjadi tuan rumah.

“Padahal saat itu saya ingin memberi penampilan terbaik kepada masyarakat Malang,” ujar Dio.

IBL Pertamax 2020 dijadwalkan berlanjut pada 4 September dengan menggunakan pemain lokal saja. Menurut Dio, Louvre Surabaya seharusnya bisa mencuri celah saat kompetisi kembali dimulai nanti.

“Saya rasa skuat Louvre Surabaya itu sudah komplet. Ada beberapa pemain yang sebelumnya pernah setim, jadi soal chemistry tak perlu diragukan,” ujar pemain kelahiran 1998 itu. Dio memiliki kesempatan merebut gelar Rookie of the Year IBL Pertamax 2020. Namun, ia tidak ingin sesumbar.

“Masih ada Anthony Erga dan Rivaldo Tandra yang bisa merebut predikat itu. Apalagi Rivaldo, kemampuannya tidak lagi diraguka. Kalau saya, sebisa mungkin tampil baik saja dulu untuk klub,” ujar Dio.