Dedikasi Lebih Dari Setengah Abad Bambang Susanto


Feb 22, 2021

Klub Pacific Caesar berdiri sejak 1968. Pendirinya adalah Bambang Susanto, atau yang akrab disapa Suk Fuk. Jadi Pacific menjadi bentuk dedikasi Suk Fuk terhadap basket Indonesia selama kurang lebih 52 tahun, atau lebih dari setengah abad.

Meskipun sudah berdiri sejak lama namun Pacific Caesar baru mampu ikut ke dalam kompetisi basket profesional tanah air pada tahun 1992 yang saat itu masih bernama Kompetisi Basket Utama (Kobatama). Pacific sempat vakum dan tidak mengikuti kompetisi profesional beberapa musim. Namun mereka kembali ke liga profesional musim 2011-12. Prestasi Pacific semakin meningkat, mereka selalu masuk playoff dalam beberapa musim terakhir, dan puncaknya menempati empat besar di IBL 2018-2019.

Pacific Caesar sangat identik dengan Suk Fuk. Bahkan hingga sekarang, beliau masih sering menemani pemain-pemain saat latihan. Suk Fuk bisa diam berjam-jam menyaksikan tim Pacific latihan. Bahkan kalau ada uji coba, dia tak pernah melewatkannya. 

Suk Fuk membentuk Pacific saat usianya 17 tahun. Tujuannya agar para pebasket dari seluruh Indonesia bisa menyalurkan bakatnya. Setiap pemain yang bergabung dengan Pacific Caesar tidak hanya harus memiliki kemampuan basket hebat, mereka hanya diminta untuk serius dan punya kemauan yang kuat untuk menjadi pemain basket. Tak jarang pihak klub yang membantu biaya pendidikan mereka, dan menyediakan tempat tinggal bagi pemainnya. 

Bukan hanya klub, tapi sekitar tahun 1994, Suk Fuk membuat sebuah arena megah di kawasan Surabaya Timur. Dulu ada lapangan tenis di Raya Gading Pantai, Dukuh Sutorejo, Mulyorejo, Surabaya. Lapangan tenis ini kemudian dibagi dua. Satu sisi tetap dipakai tenis, dan satu sisi dijadikan lapangan basket. Begitu izin bangunan keluar, akhirnya dibangun GOR basket, menempati tanah tersebut. Itulah sejarah berdirinya GOR Pacific. GOR Pacific murni milik pribadi dan dikelola oleh Suk Fuk dan keluarganya. 

Pada Mei 2018 lalu, GOR Pacific Caesar direnovasi. Suk Fuk ingin bahwa GOR Pacific Caesar sudah siap bila digunakan untuk pertandingan-pertandingan bertaraf internasional. Oleh karena itu, setiap sudut harus memenuhi persyaratan FIBA. 

Landasan yang dibentuk Pacific Caesar tersebut bisa dibilang cukup berani dan mulia. Pacific tak pernah berhenti membina pemain. (*)