Calon Pelatih timnas Indonesia asal Serbia


Jul 03, 2019

Indonesia akan menjadi tuan rumah di piala dunia 2023 bersama Jepang dan Filipina ,namun Indonesia tidak serta merta dapat tampil sebagai peserta.

FIBA mensyaratkan tim nasional putra Indonesia harus mengejar ketertinggalan dari negara negara peserta FIBA World cup. FIBA bersama PERBASI sudah membuat “action plan” agar perkembangan timnas Indonesia signifikan di tahun 2021 sehingga bisa dinilai mumpuni bersaing pada FIBA World Cup 2023 nanti.

“Salah satu cara adalah mengusulkan pelatih berkualitas internasional untuk meningkatkan level tim nasional bolabasket putra Indonesia“ kata sekjen PP Perbasi sekaligus penanggung jawab action plan 2021, Budisatrio Djiwandono.

“Kami mendapat usulan kandidat pelatih asal Serbia, Coach Rajko Toroman untuk menangani timnas putra Indonesia“, kata Budi .

Toroman bukan pelatih sembarangan. Dia pernah menjadia asisten pelatih timnas Yugoslovia, serta head coach timnas u-22 Yugoslovia .

Dia juga sudah melanglang buana menangani tim Eropa dan Asia termasuk timnas Iran, Filipina dan Yordania .

Bersama timnas Iran, Coach Toroman berlaga di Olimpiade Beijing 2008, mengantar Filipina diantarnya menjadi semifinalis FIBA Asia 2011. Pelatih yang pernah terlibat dalam NBA Summer ini juga membawa klub AL Manama menjadi juara Liga Bahrain.

Erick Thohir, anggota FIBA Central Board yang juga Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mendukung usaha percepatan peningkatan prestasi tersebut. “Perubahan demi perbaikan dan peningkatan prestasi salah satunya adalah dengan menggunakan pelatih asing berprestasi,” kata Erick.

Erick berjanji akan memberikan dukungan kepada Tim Merah Putih dalam berjuang di FIBA Asia 2021 Qualifier. “Untuk memperkuat dukungan, saya dan PP Perbasi akan bersama-sama mencari sponsor dan media partner untuk tim nasional bola basket Indonesia,” ujar Erick, kandidat IOC member.

“Kualifikasi FIBA Asia 2021 bisa menjadi ajang pemanasan bagi Indonesia yang akan menjadi tuan rumah FIBA World Cup 2023 bersama Filipina dan Jepang,” kata Erick.