Bedah Kekuatan Bali United dan Bima Perkasa


Mar 26, 2021

Kedua tim memang tidak bisa dibandingkan secara gaya permainan. Karena keduanya memainkan ciri khas masing-masing. Tapi keduanya akan mengeluarkan kelebihan masing-masing di pertemuan kedua ini. 

Bali United dikenal sangat cepat dalam permainan. Mereka juga punya guard dengan akurasi tembakan jarak jauh yang mumpuni seperti Yosua dan Lutfi Eka Koswara. Tapi akhir-akhir ini, Alexandar Stefanosky memilih untuk memperkuat paint area dengan memberi support kepada Ponsianus Komink Nyoman Indrawan. Caranya memainkan Rico Aditya sebagai starter.

Kemudian dari sisi pendulang angka, ada Yerikho dan Surliyadin yang tampaknya tidak tergantikan oleh pemain lain. Lalu di sisi pengatur serangan, biasanya ada nama Joseph Desmet yang dipasang jadi point guard utama. 

Beralih ke sisi Bima Perkasa. David Singleton di seri kedua harus berpikir keras untuk menjalankan rotasi pemain agar timnya tetap stabil. Sebab, selain belum diperkuat Galank Gunawan, Bima Perkasa harus kehilangan Rachmad Febri Utomo yang ceder paha. Kalau tidak ada Galank, masih ada Thoyib. Susahnya ketika kehilangan Febri, maka berpengaruh pada produktifitas poin. 

Ini semua bisa dilihat secara kasat mata. Kehilangan Febri, membuat Bima Perkasa kalah dua laga berturut-turut di akhir seri kedua. Inilah pentingnya seorang Febri bagi Bima Perkasa musim ini.

Setelah laga terakhir seri kedua, David Singleton selaku pelatih Bima Perkasa yakin bahwa istirahat dua hari bisa mengembalikan kebugaran pemain. Dia berharap para pemain dalam kondisi siap bertanding di seri ketiga. David bilang kalau semua pemainnya bugar, Bima Perkasa akan jadi tim paling berbahaya di liga. 

Mari membandingkan catatan statistik kedua tim setelah tujuh pertandingan. Secara field goals precentage, Bali United lebih unggul dari Bima Perkasa. Meski hanya tipis saja. FG precentage Bali United 43%, sedangkan Bima Perkasa sebesar 40%. 

Untuk 2PTS% kedua tim juga beda tipis. Bali United di kisaran 50% sedangkan BPJ ada di angka 48%. Salah satu perkiraannya karena kehadiran Komink di tim Bali United. Komink tidak hanya pandai menjaga paint area, tapi juga memasukkan poin dari area tersebut saat menyerang ring lawan. 

Kemudian dari produktifitas 3PTS, Bali United sudah jelas lebih unggul ketimbang Bima Perkasa. Bisa dilihat dari akurasi tembakan Yosua dan Lutfi. Sementara Bima Perkasa tidak memiliki shooter murni seperti mereka. Meski begitu, bedanya hanya tipis saja. Bali United mencatatkan 3PT% sebesar 30%, Bima Perkasa di kisaran 26%. 

Tetapi ada yang perlu diwaspadai Bali United dari Bima Perkasa, yakni free throw precentage dan defense. Bima Perkasa punya FT% sebesar 61%. Ini akan sangat berbahaya kalau mereka dapat pelanggaran lebih banyak. Sebaliknya, Bali United di angka 58%. 

Lalu perlu diketahui bahwa sangat wajar bila defense Bima Perkasa bagus. Ada M. Isman Thoyib di bawah ring dan Indra Muhammad sebagai Defensive Player of the Year IBL 2020. Dari catatan statistik, Bima Perkasa membuat 3,2 block per game dalam tujuh laga. Sebaliknya Bali United membuat 2,7 block per game.