Tifan Eka Pradita Jadi Pemain Inti di Hangtuah


Feb 15, 2022

Kesempatan akhirnya datang juga kepada Tifan Eka Pradita. Pemain yang digadang-gadang jadi point guard masa depan ini, akhirnya masuk skuad inti Amartha Hangtuah Jakarta. Namun Tifan tidak boleh lengah, karena semakin banyaknya menit bermain, seharusnya kontribusinya harus lebih besar lagi. 

Di musim perdananya, atau di IBL 2020, Tifan sudah mencuri perhatian publik basket tanah air. Bermain di Bima Perkasa, rookie tersebut bisa mengoleksi 4,4 PPG, 1,8 RPG, dan 1,2 APG dalam 13 game dengan rata-rata bermain selama 14,1 menit. Kemudian di musim kedua, Tifan mengalami penurunan menit bermain, karena persaingan poin guard di Bima Perkasa semakin ketat dengan adanya Samuel Devin Susanto. Di musim 2021, Tifan mencetak 2,6 PPG, 1,4 RPG, dan 1,0 APG dengan rata-rata bermain selama 12,7 menit per game.

Setelah kontraknya berakhir, Tifan ingin mencoba suasana baru. Seiring dengan hal tersebut, ternyata Amartha Hangtuah baru melepaskan Abraham Renoldi Wenas ke Bali United Basketball. Gayung bersambut, Tifan akhirnya merapat ke Hangtuah. Dan, kini menjadi punggawa utama di tim tersebut. 

Tifan bisa dibilang beruntung. Karena dia mendapatkan mentor dari head coach AF Rinaldo, yang notabene merupakan point guard legendaris Indonesia. Dengan begitu, dia bisa menyerap ilmu, sekaligus membela tim Hangtuah. Senada dengan itu, AF Rinaldo mempercayakan posisi point guard utama padanya. Ini tentu sangat mengembirakan bagi Tifan.

Namun performa Tifan belum maksimal sejauh ini. Dalam 6 laga, dengan menit bermain 21,8 menit per game, Tifan mencetak rata-rata 1,8 PPG, 2,0 RPG, dan 1,3 APG. Rasanya belum sesuai dengan banyaknya kesempatan yang diberikan. Diharapkan saat liga digulirkan kembali, maka Tifan bisa memperbaiki penampilannya. 

Sementara itu, Hangtuah sejauh ini menjadi tim yang luar biasa. Mereka menang lima laga beruntun di awal musim, sebelum rekornya dicoreng oleh juara bertahan, Satria Muda Pertamina Jakarta. (*)