Sejarah Klub: Pelita Jaya Pelopor Manajemen Profesional Olahraga


Jul 06, 2020

Motor penggerak tim Pelita Jaya adalah Kelompok Usaha Bakrie. Sejak dulu, mereka sudah memberikan sumbangsih di bidang olahraga. Hingga kini mereka dijuluki sebagai pelopor manajemen profesional di bidang olahraga.

Kelompok Usaha Bakrie sendiri sudah mendanai olahraga sejak 1983, melalui Perkumpulan Olahraga Pelita Jaya. Ada lima cabang olahraga prestasi yang menjadi binaan mereka, yakni sepak bola, bola basket, bulu tangkis, tenis lapangan, dan renang. Khusus untuk bola basket, mereka membentuk klub dan mulai ikut kompetisi pada tahun 1987. Performa tim ini memang bagus, selalu ada di papan atas, dan terlibat persaingan dengan Indonesia Muda, Halim Kediri, dan tim-tim lainnya. 

Kemudian pada tahun 1997, tim basket ini mulai memisahkan diri. Organisasi yang mengurusnya menjadi Perkumpulan Bola Basket (PB) Pelita Jaya. Dari sini, mereka menjadi pelopor manajemen profesional. Mereka menyediakan dana, infrastruktur, sarana latihan, beasiswa pendidikan, sistem rekrutmen dan pembinaan, hingga apresiasi prestasi. Inilah yang menjadikan Pelita Jaya sebagai tim profesional, di tengah klub-klub basket yang masih dikelola yayasan.

Pada tahun 1999 tim Pelita Jaya bergabung dengan Citra Satria untuk membentuk Citra Satria Pelita (CSP). Mereka pernah juga mengarungi kompetisi basket Indonesia dengan nama Bali Jeff CSP. Kemudian pada tahun 2002, tim ini berganti nama Kalila Jakarta. Dua tahun berselang Kalila bergabung dengan PB. Mitra untuk membentuk tim baru yang bernama Mitra Kalila. Namun, pada tahun 2005, tim meninggalkan nama Mitra, dan bertanding dengan nama Kalila.

Perubahan kembali terjadi pada tahun 2008. Tim ini pun akhirnya kembali nama lama yaitu Pelita Jaya. Perubahan nama memang selalu ada, tapi hanya di belakang Pelita Jaya saja. Seperti Pelita Jaya Esia, Pelita Jaya Energi Mega Persada, Pelita Jaya Basketball Club, dan terakhir di IBL 2020 mereka menggunakan nama Pelita Jaya Bakrie. 

Meski punya nama besar, ternyata prestasi tim Pelita Jaya tidak banyak. Mereka menjadi juara liga basket Indonesia di tahun 1990, 1991, dan terakhir di musim 2016-2017. Meski prestasi tak menterang, tapi Pelita Jaya selalu menjadi penyumbang pemain nasional. Sebut saja beberapa nama pemain yang pernah bersinar di masanya, seperti Bambang Hermansyah, Ali Budimanasyah, Mohammad Rifki, Indra Allen, Fictor G. Roring, Nano Sukarma, Faisal J Achmad, Bram Musta, Johny Herry, Romi Tanaka, Ocky Tamtelahitu, Yose Rizal, Rully Tobing, Olav Mangindaan, Aprijadi, Dimas Aryo Dewanto, Ary Chandra, Andi "Batam" Poedjakesuma, dan masih banyak lagi nama-nama pebasket hebat lainnya.   Bahkan di masa sekarang, Pelita Jaya pun dikelola oleh para mantan pemainnya sendiri. Jabatan Presiden Bola Basket Pelita Jaya disandang oleh Fictor G. Roring, sedangkan untuk pelatih kepala di IBL 2020 dijabat oleh Ocky Tamtelahitu. Ini bukti bahwa Pelita Jaya bukan sekadar klub biasa, namun klub yang mampu berkembang dan memunculkan regenerasi yang baik. (*)