Satya Wacana Saints Salatiga Kirim Sinyal Waspada Untuk Musim Depan


May 03, 2021

Dalam sebuah liga, performa tim tidak hanya dilihat dari lolos atau tidaknya ke babak Playoffs. Karena kalau dilihat dari catatan statistik yang lebih mendalam, bisa jadi tim tersebut membuat sebuah hal positif. Seperti yang dicatatkan oleh Satya Wacana Saints Salatiga selama gelaran IBL Pertamax 2021. Berbekal tim yang notabene pemain-pemain muda, dan baru berkiprah di liga profesional, ternyata mereka tidak boleh diremehkan. 

Hal pertama yang dilihat adalah rekor pertandingan. The Saints Salatiga mengoleksi empat kali menang dan 12 kali kalah. Mereka ada di posisi kelima di klasemen akhir Divisi Merah yang punya persaingan sangat ketat musim ini. Belum lagi, Satya Wacana mengalami kesulitan ketika memasuki seri tiga dan empat, di mana mereka kalah enam pertandingan berturut-turut. Jadi wajar kalau Satya Wacana harus mengumbur target lolos Playoffs tahun ini. 

Sekarang kalau melihat total field goals tim ini, mereka memasukkan 37,4% di musim ini. Kabar baiknya, untuk 2PTS precentage Satya Wacana di kisaran 44,2%. Dari angka-angka tersebut maka bisa digambarkan bahwa meski pemain muda, Satya Wacana tidak sungkan melakukan penetrasi ke piant area lawan. Meski hal yang perlu diperhatikan adalah defense. Karena mereka membiarkan lawan masuk dan mencetak poin dengan precentage sebesar 46,6%

Hal lain yang perlu ditingkatkan dari Satya Wacana yakni three points dan free throw. Itulah dua kelemahan yang menunjukkan kematangan seorang pemain. Mengingat usia pemain Satya Wacana masih muda, biasanya shooting selection dan ketenangan saat mengeksekusi free throw jadi masalah. Mereka hanya mencetak 25,1% dari three point , dan 51,4% untuk free throw. Padahal untuk tim-tim di papan tengah, biasanya free throw bisa di atas 60% dalam semusim. 

Tapi ternyata tidak semuanya lemah. Satya Wacana menyimpan sebuah harapan di musim depan. Mereka punya Antoni Erga dan Alexander Franklyn. Dua guard muda asal Bangka Belitung yang menunjukkan kualitasnya di musim kedua mereka. Kemudian ada Bryan Elang Praditya, center yang bisa membantu Satya Wacana membuat total rebound 42,5 per game, serta mencatatkan 3,6 rebound per game musim ini. Kemudian dari barisan forward ada David Liberty Nuban dan Henry Lakay dengan kontribusi yang besar. 

Jadi Satya Wacana musim ini memang tidak lolos Playoffs. Tetapi mereka memberikan sinyal tanda bahaya bagi klub-klub kontestan liga lainnya. Seiring dengan kematangan para pemain, Satya Wacana Saints Salatiga bisa jadi ancaman di masa depan. Karena soal chemistry dalam bermain tidak perlu diragukan lagi. Dengan rata-rata usia yang tidak berbeda jauh, mereka bisa saling mengerti satu sama lain lebih mudah. (*)