Yani Rahardja Pimpin Kembali Manajemen Satya Wacana Saints Salatiga


Aug 21, 2021

Di tengah keriuhan klub-klub  IBL berburu pemain dan pelatih, Satya Wacana Saints Salatiga melakukan perombakan manajemen disisi ketua klub. 

Yani Rahardja, S.E., M.M diberikan mandat secara langsung oleh Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D untuk memimpin manajemen The Saints Salatiga. 

Dengan segala dinamika yag terjadi di IBL dan bola basket Nasional, Yani Rahardja diharapkan dapat membawa the Saints Salatiga menjadi klub yang mandiri. 

Klub yang berbasis di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini mampu menjawab tantangan dalam industri olahraga. Yani Rahardja merupakan salah satu orang yang mengambil bagian dalam berdirinya Pusdiklat FTI UKSW 2007.

Pusdiklat ini adalah cikal bakal Satya Wacana Saints Salatiga. Yani saat itu menjabat sebagai wakil dekan FTI UKSW tahun 2007.  Bersama  Prof. Ir. Danny Manongga, M.Sc., Ph.D, dekan FTI UKSW 2007 dan ketua perbasi saat ini Danny Kosasih, mereka  merupakan founder dari Klub Satya Wacana Saints Salatiga. 

Tak heran jika Yani sangat memahami sejarah dan bagian demi bagian Satya Wacana Saints Salatiga. sejak ditunjuk oleh Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga pada tanggal 1 Agustus 2021 lalu.

 Yani Rahardja telah melakukan komunikasi – komunikasi kepada para pendiri, sponsor dan seluruh partner The Saints Salatiga. Selain itu Yani juga telah merampungkan beberapa fasilitas untuk para pemain The Saints Salatiga seperti renovasi mess, pembangunan gedung olah raga mini  di mess dan awal bulan berikutnya akan segera membuat fasilitas fitness untuk para pemain The Saints Salatiga.

Soal materi pemain yang beberapa diantaranya akan habis kontrak, Yani dengan tegas mengatakan akan tetap mempertahankan mereka. “Tidak ada pemain yang akan dilepas musim ini,” tegas Yani Rahardja.

Akhir bulan ini akan ada perpanjangan kontrak bagi setiap pemain ofisial The Saints Salatiga . Selain itu, Yani juga berusaha membawa kembali alumni Satya Wacana untuk membela almamaternya di kancah IBL.

“Saya berharap dapat membawa kembali mantan – mantan pemain Satya Wacana Saints Salatiga,” tuturnya. 

 Yani yakin bahwa dengan kekuatan manajemen Satya Wacana Saints Salatiga saat ini,  tim ini akan menjadi lebih besar.  “Paling tidak tiga tahun lagi, The Saints akan dapat menjadi klub papan atas di IBL,” harapnya.

Kita tunggu gebrakan The Saints Salatiga pada musim kompetisi mendatang.