Sabdayegra Ahesa, Potensi Besar yang Sempat Tenggelam


Feb 17, 2021

Rookie Combine sekarang sudah jadi tradisi di IBL. Ini adalah cara liga menggembleng talenta-talenta baru dari seluruh Indonesia sebelum terjun ke kompetisi profesional yang sesungguhnya. Kalau mengingat-ingat, IBL Rookie Combine pertama kali digelar tahun 2018. Ternyata, di IBL 2021 ada pemain dari generasi pertama yang kembali lagi. 

Pemain yang comeback adalah Sabdayagra Ahessa. Pemain dengan tinggi 193 cm tersebut kini membela tim Amartha Hangtuah Jakarta. Sabda adalah pemain pilihan pertama (first pick) dalam IBL Rookie Draft tahun 2018. Tetapi dia menghilang dari basket Indonesia selama dua musim kompetisi. 

Sabda dipilih oleh tim Bogor Siliwangi pada malam Draft. Dia tampil di IBL GO-JEK Tournament 2018 di Sritex Arena, Solo. Pemain yang berposisi sebagai forward tersebut mampu mencetak rata-rata 3,6 PPG dan 3,0 RPG, dengan rata-rata menit bermain sebanyak 14,6 per laga. Jadi sebagai rookie, Sabda sebenarnya punya potensi yang bagus. Terutama pengalamannya bermain basket di Australia. Dia juga sering menghabiskan waktu di luar negeri, ketimbang di Indonesia.

Tetapi baru saja tampil di liga profesional, Sabda langsung didera cedera. Dia menderita cedera bahu yang bisa berbahaya di kemudian hari. Akhirnya Sabda absen sepanjang musim. Bahkan sampai IBL 2020, namanya juga tidak muncul di roster tim mana pun. Sampai akhirnya, Sabda kembali ke liga profesional bersama Hangtuah. Karena tidak tampil di musim reguler 2018-19, dan 2020, maka Sabda terhitung absen selama dua musim kompetisi.

Bergabungnya Sabda dengan Hangtuah akan membuatnya bisa berkembang lebih baik. Hangtuah punya sederet talenta muda berkualitas yang bisa menciptakan atmosfer persaingan bagi Sabda. Dari situ, Sabda bisa terpacu untuk menunjukkan seluruh potensinya. Faktor kedua adalah Rastafari Horongbala. Pelatih senior yang disegani itu, dikenal jeli menemukan letak kehebatan seorang pemain. Sabda harus mampu menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Rastafari, demi kemajuannya. (*)