Menebak Arah Bima Riski Ardiansyah


Jul 25, 2021

Sebagai juara IBL Pertamax 2021, Satria Muda Pertamina Jakarta punya pemain-pemain berkualitas dalam rosternya. Tapi ada satu nama yang sepertinya tenggelam di tengah ledakan bintang-bintang muda SM. Dia adalah Bima Riski Ardiansyah yang pernah menjadi top score di liga basket profesional Indonesia. 

Pemain kelahiran Blitar, 27 April 1990 tersebut bergabung dengan Satria Muda jelang IBL Pertamax 2020. Dia diikat SM dengan durasi kontrak selama dua musim. Jadi IBL Pertamax 2021 jadi tahun terakhir bagi Bima berada di tim tersebut. 

Bima Riski merupakan jebolan klub-klub ternama. Sebelumnya dia pernah membela CLS Knights Surabaya yang menjuarai IBL 2016 dan ABL 2018-19. Ketika direkrut SM, Bima tentu berharap punya menit bermain yang bagus. Tidak seperti saat dirinya tampil di ASEAN Baksetball League. 

Ternyata tidak juga. Bima hanya tampil 6,6 menit per game di musim 2020. Catatan statistiknya hanya 0,2 PPG dan 0,5 RPG saja. Bima tenggelam di telan bintang-bintang muda seperti Sandy Ibrahim Aziz dan Juan Laurent Kokodiputra. Bahkan di lini kedua, dia sering kalah bersaing dengan Avan Seputra yang lebih dipilih oleh head coach Milos Pejic. 

Ketika liga musim 2021 dimainkan tanpa pemain asing, ternyata Bima juga tidak jadi pilihan Milos Pejic. Dia hanya bermaian 4,3 pertandingan dengan torehan 1,3 PPG dan 1,3 RPG. Ironisnya, dalam satu musim, Bima hanya mencetak total delapan poin saja. Itu benar-benar tidak sepadan dengan performanya sebelum bermain untuk Satria Muda. 

Kalau diingat-ingat lagi, Bima adalah sosok pemain andalan Bima Sakti Malang. Dia pernah jadi monster poin di musim 2012-13. Bima mencetak 16,5 PPG dalam 33 pertandingan. Field goals precentage-nya mencapai 41,1%. Bima menjadi Top Score dan First Team di musim itu. Mengingat prestasi tersebut, bisa dikatakan kalau Bima kini tenggelam di tengah persaingan bintang muda SM. 

Karena durasi kontraknya sudah berakhir, maka ada dua pilihan yang mungkin terjadi. Pertama, Bima akan disodori kontrak baru oleh SM. Tentu itu semua tergantung penilaian pelatih dan manajemen. Atau, kalau dia bersedia masuk ke bursa transfer di jeda musim ini, maka Bima Riski bisa jadi komoditi yang menarik bagi klub-klub kontestan liga lainnya. 

Mungkin saja Bima bisa mendapatkan menit bermain yang lebih baik dengan bergabung dengan tim lain. Tentu IBL Fans tidak sabar dengan apa langkah yang akan diambil Bima Riski. Kita tunggu saja, dan selalu ikuti update terbaru seputar liga di iblindonesia.com. (*)