Riggs, Bola Kaki, dan Bola Basket


Aug 02, 2020

Jakarta - Riggs Parieri Ronsumbre adalah tukang main bola kaki, sebutan lazim di belahan timur Indonesia untuk olahraga sepak bola. Cita-cita Riggs kecil serupa dengan kebanyakan anak-anak Papua, jadi pemain bola kaki nasional. Namun Riggs mengubah haluan saat masih berseragam SMP, usai mengiyakan ajakan Yoppy Giay dan Alfa Reynaldo. "Mereka ini yang membuat saya terpacu untuk terus main basket," katanya.

Dua sosok "kakak seniornya" itu, lanjut Riggs, merupakan inspirator baginya untuk menekuni olahraga bola basket sejak kelas 3 SMP. Bola basket kemudian mengisi hari-hari Riggs semasa SMA. Mengikuti kompetisi DBL pada tahun 2010 dan 2011, lalu memilih berhenti. "Saya sempat merasa kecewa karena tidak masuk first team. Akhirnya saya kembali lagi ke bola kaki," tutur atlet berusia 25 tahun ini.

"Tapi suatu siang lagi-lagi kakak Yoppy cari saya ke lapangan (sepak bola). Dicari, pakai kayu, dipukul disuruh lagi latihan basket," Riggs, terkekeh mengenang momen-momen selagi menimba ilmu di SMA YPPK Teruna Bakti di Kota Jayapura.

Pemuda kelahiran 26 April 1995 ini kemudian menempuh perguruan tinggi di Universitas Cenderawasih, mengambil jurusan Hubungan Internasional. Semasih kuliah, Riggs dipercaya memperkuat tim provinsi Papua Barat di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. "Kesempatan untuk mewakili Papua ini membanggakan, terutama bagi keluarga. Pergi ke Jawa, mewakili Papua di pesta olahraganya Indonesia," ujarnya.

Selepas kuliah Riggs kembali mengadu nasib di tanah Jawa. BSB Hangtuah terpincut aksi lincah point guard muda ini di ajang PON 2016. Di musim perdana pada tahun 2017, Riggs bersama skuat BSB Hangtuah menorehkan sejarah. Menjadi semifinalis alias masuk final four, untuk kali pertama dalam perjalanan Hangtuah di kompetisi bola basket profesional. "Ini momen yang tak bakal terlupakan, terlebih bagi kami pemain-pemain rookie, saya, Abraham Wenas, dan (Stevan) Neno," ungkapnya.

Kini, merantau di ibu kota, selain disibukkan dengan latihan bola basket, Riggs juga telah merintis bisnis pembuatan jersey. Klub-klub maupun komunitas olahraga di Papua dan Papua Barat merupakan para pelanggannya. Gawean sampingan ini diharapkan dapat berlanjut, jika kelak target di bola basket profesional tergapai. "Saya bermain basket belum terlalu lama. Lalu di pro ini juga belum merasakan juara. Harapan saya di masa mendatang bisa meraih gelar juara bersama Amartha Hangtuah," demikian Riggs.