LaQuavius Cotton, Sang Monster Slam Dunk yang Kembali ke Hangtuah


Nov 11, 2021

Dalam IBL Draft 2021 Foreign Player Round 2, Hangtuah Jakarta dengan mantab memilih LaQuavious Cotton. Artinya mereka tidak mau coba-coba dengan nama baru. Hangtuah berharap "Monster Slam Dunk" ini bisa membantu mereka bangkit di musim 2022 nanti. 

IBL Fans tak akan pernah lupa dengan aksi slam dunk Cotton pada IBL All-Star 2020 di Jogjakarta. Di babak final, Cotton meminta Kelly Purwanto dan Daniel Wenas berdiri di bawah ring. Cotton melompat dengan sangat meyakinkan melewati dua pemain tersebut dan memasukkan bola dengan tangan kiri. Seketika itu, juri memberikan nilai sempurna, dan Cotton menjuarai Slam Dunk Contest. 

Cotton bukan hanya sosok penghibur saja, tapi dia punya kemampuan istimewa sebagai seorang pemain. Lihat saja catatan statistiknya bersama Hangtauh di IBL Pertamax 2020. Cotton mencetak rata-rata 22,7 PPG, 9,7 RPG, dan 3,6 APG.

Tak hanya sebagai penyerang murni, Cotton juga punya naluri bertahan yang bagus. Dia membuat rata-rata 1,4 Block Per Game selama membela Hangtuah. Membiarkan Cotton sendirian di paint area adalah kesalahan besar bagi lawan-lawan Hangtuah. Karena dia bisa sangat berbahaya di area tersebut. 

Pekerjaan rumah Hangtuah saat ini hanyalah membuat skenario yang tepat agar bola sampai ke tangan Cotton. Ini diperlukan seorang point guard yang mampu memberikan bola-bola matang.

Sementara Hangtuah musim ini sudah ditinggalkan Abraham Renoldi Wenas sebagai point guard utamanya. Namun masalah tersebut tampaknya tidak terlalu dipikirkan oleh manajemen Hangtuah. Karena timnya sekarang dipimpin oleh Antonius Ferry Rinaldo. Pelatih yang pernah dikenal sebagai point guard legendaris Indonesia. 

Kehadiran Cotton tidak hanya sebagai pendongkrak produktifitas poin saja. Namun lebih dari itu, Cotton punya energi yang besar ketika bermain. Itu bisa membakar semangat anak-anak Hangtuah, sehingga mereka bisa bangkit dari kegagalan musim lalu. (*)