Raoul Miguel Hadinoto, Selalu Tekankan Konsistensi


Jul 14, 2020

Raoul Miguel Hadinoto dikenal sebagai pelatih berpengalaman di liga basket Indonesia. Bahkan bukan hanya di kategori putra, Coach Ebos (sapaan akrabnya) juga bisa berprestasi di sektor putri. Konsistensi jadi kuncinya dalam membentuk tim.

Kembalinya Coach Ebos memimpin tim pada tahun 2017 silam membuat persaingan liga semakin panas. Coach Ebos saat itu bergabung dengan Siliwangi Bandung. Melatih Siliwangi, bagi Coach Ebos seperti napak tilas awal karier kepelatihannya di liga bola basket Indonesia. 

Tim pertama yang dilatihnya selepas belajar di Australia adalah Citra Satria tim yang berevolusi, nama dan kepemilikan, hingga menjadi Siliwangi Bandung saat.

Kemudian pada awal musim kompetisi Coach Ebos diperkenalkan sebagai pelatih di Bank BPD DIY Bima Perkasa. Coach Ebos punya pengalaman untuk menangani tim putra, seperti Citra Satria Jakarta (2004), Kalila Jakarta (2008), Garuda Bandung (2009), dan Siliwangi Bandung (2017). Tak hanya itu, ia juga berhasil membawa tim putri Tomang Sakti Jakarta menjuarai WNBL Indonesia dua musim berturut-turut (2013-2014).

Pelatih kelahiran 11 September 1970 tersebut dinilai punya kelebihan yang jarang dimiliki pelatih lain, yaitu bisa menangani tim putra dan tim putri sama baiknya. Karena melatih kedua kategori tersebut punya perbedaan yang sangat mendasar, yaitu ketahanan mental. Untuk putra, mungkin sudah terbiasa dengan gaya melatih yang keras. Tapi untuk putri kadang memerlukan penanganan khusus. Tapi Coach Ebos bisa membuktikan bahwa dirinya mampu mengatasi perbedaan tersebut, sehingga bisa mencetak prestasi di dua kategori ini.

Salah satu yang membuat Coach Ebos dikenal sebagai pelatih yang baik adalah soal konsistensi. Ia benar-benar menerapkan konsistensi dalam permainan, baik menyerang maupun bertahan. Menurutnya, tidak ada artinya bila menyerang dengan bagus, tapi pertahanan buruk. 

Selain itu, konsistensi di setiap kuarter juga menjadi kuncinya. Coach Ebos bisa marah betul bila ada satu dari empat kuarter performa timnya menurun. Karena bisa menyebabkan kekalahan. (*)