PEREBUTAN DINASTI BOLA BASKET INDONESIA Di FINAL IBL


Mar 19, 2019

Selasa, 19 Maret 2019 - IBL (INDONESIAN BASKETBALL LEAGUE) PERTAMAX 2018-19 FINALS sudah didepan mata. Dua klub dengan sejarah tahta juara terbanyak di liga tertinggi bola basket akan kembali bertemu. Pertarungan antara STAPAC JAKARTA vs SATRIA MUDA PERTAMINA di laga final setelah terakhir di tahun 2014 akan kembali dapat disaksikan seluruh pecinta bola basket di tanah air pada tanggal 21-24 Maret 2019.

Bagi kedua tim, final kali ini akan menjadi yang ke sepuluh kali bertemu di babak final kompetisi bola basket tertinggi Indonesia dengan sama-sama mendapatkan lima kemenangan. Pertemuan final terakhir dimenangkan Aspac (nama sebelumnya dari Stapac) di laga final tahun 2014.

Stapac memiliki rekor juara 5 kali, sedangkan Satria Muda memiliki rekor 5 the kali juara ,Sudah tentu pertandingan final kali ini sayang untuk dilewatkan. Masing-masing akan berusaha maksimal dan memberikan yang terbaik untuk membuktikan siapa yang layak meraih dinasti juara bola basket Indonesia.

Bukan perjalanan yang mudah tahun ini untuk Satria Muda dimana sempat terseok di babak reguler dengan menelan sembilan kekalahan dari 18 gim. Namun pada akhirnya Satria Muda melaju ke final setelah menundukkan NSH Jakarta dalam tiga gim sengit dan kembali membuktikan kelasnya sebagai klub dengan mental juara.

Sedangkan Stapac dimana dua tahun terakhir bahkan tidak menjadi klub yang tampil di final, tahun ini terbukti dengan hasil memukau dan konsisten. Kaleb Ramot Gemilang dkk mencatat hasil mentereng dimana sampai dengan babak semifinal, Stapac sudah mengantungi 19 kemenangan beruntun. Sebuah rekor baru bagi klub IBL. Satu-satunya kekalahan diderita dari Bogor Siliwangi saat membuka laga kompetisi musim ini.

Rivalitas Abadi laga klasik Stapac Jakarta vs Satria Muda Pertamina kembali terulang dalam Final IBL Pertamax 2018-2019 , 21-24 Maret mendatang. Satria Muda akan menjadi tuan rumah laga pembuka di Britama Arena, Kamis (21/3) sementara Stapac memilih C?Tra Arena Bandung sebagai markas mereka guna menjamu lawan, Sabtu (23/4). Jika kedudukan imbang, laga penentu juara akan dilakukan di C?Tra Arena, Minggu (24/3). Stapac mendapat hak dua kali menjadi tuan rumah karena peringkat mereka di babak reguler lebih bagus.

Pertandingan IBL Pertamax setiap tahunnya selalu semakin menarik untuk disaksikan. Kali ini di puncak musim, tim terbaik akan berebut gelar juara. Laga klasik Stapac lawan Satria Muda Pertamina sudah pasti dinantikan, apalagi di partai final. Britama Arena dan C?Tra Arena akan jadi saksi, siapa yang bakal juara kali ini, kata Direktur IBL, Hasan Gozali.

Melawan Stapac selalu seru, ada pertarungan harga diri. Ini laga klasik dari dua tim besar, kata pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh. Pertandingan final lebih pada masalah mental, tegasnya. Dia tak ambil pusing rekor musim reguler membuat timnya dianggap sebagai underdog.

Namun, pelatih Stapac asal Lithuania, Giedrius Zibenas justru menganggap Satria Muda lebih baik sebagai tim dibanding pasukannya. Satria Muda tim lebih bagus dibanding kami. Stapac adalah underdog di laga final, kata Zibenas. Apalagi, meskipun menang dua gim langsung atas Pacific Caesar di babak semifinal, Zibenas mengaku tak puas dan kesal dengan permainan timnya. Kami masih harus kerja keras dua minggu menjelang final. Anak-anak masih sering melakukan kesalahan, katanya.

Duel menarik akan terjadi di bawah ring antara big man Stapac, Savon Goodman melawan raksasa Satria Muda, Dior Lowhorn. Serta adu ketajaman tembakan tiga angka para pemain kedua tim. Jadi jangan lewatkan final el classico STAPAC JAKARTA vs SATRIA MUDA PERTAMINA di IBL PERTAMAX FINAL 2018-2019.