Pemain Diharapkan Bisa Mengerti Kondisi Tim


Apr 16, 2020

Dampak wabah Covid-19 menghancurkan sektor ekonomi. Sektor yang sedikit atau banyak berpengaruh pada kelangsungan hidup tim-tim IBL. Sebab klub-klub IBL ditopang oleh bisnis pemilik yang notabene ada yang bergerak di sektor ekonomi.

Pacific Caesar Surabaya sebagai salah satu contohnya. Dampak wabah Covid-19 ini dirasakan pula oleh bisnis pemilik klub. Secara langsung, ini juga berpengaruh pada tim. Mau tidak mau, Pacific akan melakukan pemotongan gaji ketika ada penundaan liga. 

Irsan Pribadi Susanto selaku Direktur Tim berharap para pemain bisa mengerti kondisi ini. Kondisi dimana semua sektor ekonomi melemah. "Kalau kondisi normal, kami juga tidak akan melakukan hal ini (pemotongan gaji). Tetapi kondisi kali ini di luar kendali kami. Jadi kami berharap pemain bisa mengerti, dan bersabar demi kelangsungan klub ini ke depan," katanya.

Soal besaran gaji yang diterima pemain, Pacific belum bisa menentukan. Mereka akan melihat perkembangan liga juga. Serta kemungkinan-kemungkinan bahwa liga bisa dilanjutkan. Manajemen akan menghitung kembali. "Tim kami masih membayar hak pemain bulan Maret dengan penuh. Tetapi untuk bulan April akan ada penyesuaian. Soal jumlahnya masih belum kami putuskan," imbuhnya. 

Saat ini tim Pacific Caesar masih diliburkan dari latihan. Batas waktunya hingga akhir bulan Mei 2020 mendatang. Namun kondisi ini akan dievaluasi di kemudian hari. Sebab, penyebaran virus Corona ini masih belum bisa diprediksi kapan berhentinya. (*)