Pelita Memiliki Kekuatan Merata


Mar 21, 2021

Pelatih NSH Mountain Gold Timika, AF Rinaldo, menyebut para pemainnya sebenarnya sudah menjalankan game plan yang dirancang dengan cukup baik saat melawan Pelita Jaya Bakrie. Dia mengakui lawan memang lebih bagus dan merata kekuatannya.

“Game plan sudah jalan, distribusi bola juga sudah cukup bagus terbukti kami bisa melakukan 20 assist, namun secara individu per individu, Pelita memang lebih bagus. Mereka bisa tetap bermain dengan kualitas tak beda jauh siapapun yang diturunkan,” kata Inal, sapaannya.

Agresivitas Pelita juga membuat anak-anak NSH banyak melakukan turn over. Dari 23 turn over yang dibuat pemain NSH, Pelita Jaya bisa mencetak 35 angka. Turn over kills you,” ujar Inal dalam sesi jumpa pers secara virtual seusai pertandingan di Robinson Cisarua Resort, Minggu 21 Maret. Lawan juga menghasilkan 31 poin dari fastbreak serta 31 angka dari lemparan bebas.

Pada babak pertama, Inal menyebut sebenarnya cukup bisa memecah pola defense lawan. “Terbukti mereka juga sempat mengubah pola. Kami bisa menjaga running mereka tapi hanya konsisten hingga pertengahan kuarter ketiga,” ujarnya. Meratanya kekuatan individu Pelita Jaya diakuinya menjadi kekuatan mereka. “Pelita bisa terus konsisten bermain karena perbedaan kualitas antara starter dan cadangan sangat tipis,” paparnya.

“Konsistensi kami memang belum maksimal, tetapi saya yakin dari hari ke hari akan makin bagus,” katanya. 

Dalam pertandingan tersebut Inal juga tidak menyertakan point guard utamanya, Jan Misel Panagan. “Jan ada masalah pada bahunya. Saya menyimpannya agar fit buat pertandingan berikutnya,” katanya.

Dia memberi kredit pada point guard rookienya, Luis Jovan Golung. “Tapi berhadapan dengan point guard nasional seperti Prastawa dan Ragil  memang berat bagi seorang rookie,” tutur Inal. Dia juga gembira dengan penampilan Manuel Onawame, rookie point guard yang bermain tak sampai tiga menit menciptakan dua angka dan dua assit.

Randika Aprilian pencetak 15 angka bagi NSH menyebut dia dan rekan-rekannya sudah berjuang maksimal. “Kami sudah fight, namun materi pemain lawan memang lebih bagus. Beberapa pemain kami malah baru mendapatkan pengalaman bermain melawan pemain nasional,” kata Randika.