Partai Klasik di Semifinal Piala Presiden


Nov 23, 2019

Pertarungan Pelita Jaya Basketball melawan Satria Muda Pertamina selalu seru. Dua tim ini adalah musuh bebuyutan dalam orbit IBL. Dua kali bertemu di partai final kompetisi IBL, keduanya berbagi kemenangan. 

Pelita Jaya meraih gelar juara IBL 2016/2017 setelah menundukkan Satria Muda pada laga final.  Setahun kemudian Satria Muda membalas dengan mengalahkan Pelita Jaya di final.

Kini, keduanya bertemu di babak semifinal Piala Presiden di Sritex Arena Solo,  Sabtu 23 November malam. Siapa bakal jadi pemenang?

Masih susah ditebak. Kedua tim memiliki pelatih dan sistem permainan baru. Pelita dibesut Ocky Tamtelahitu dan Satria Muda ditangani Milos Pejic.

"Masih jauh dari memuaskan, tapi kami menikmati setiap perkembangan dalam tim ini," kata Ocky. "Defense pasti jadi perhatian," ujarnya.

Kedua tim memiliki materi berimbang. Pelita memiliki kekuatan pada duet big man mereka, Adhi Pratama Putra dan Valentino Wuwungan. Mereka kokoh di bawah ring, plus Valentino memiliki tembakan tiga angka cukup tajam.

Satria Muda pun tak kalah. Mereka memiliki Kristian Liem serta big man dengan tembakan akurat pada diri Kevin Yonas Sitorus.Arki Dikania Wisnu juga akan menjadi ancaman bagi pertahanan Pelita Jaya.

Akan ada reuni menarik di lapangan antara alumni CLS Knights. Katon Ajie Baskoro berseragam Pelita Jaya akan bertemu Bima Risky Ardiansyah dan Wisnu Saputra di kubu Satria Muda.

Dengan materi relatif berimbang,  duel strategi racikan pelatih Ocky dan Milos akan cukup menentukan. Kita tunggu strategi siapa lebih unggul nanti malam.