Nama Aspac Akan Abadi


Jul 04, 2021

Kehilangan besar bagi pecinta bola basket Indonesia, ketika akhir Mei, Stapac dinyatakan bubar oleh sang pemilik, Irawan Haryono. Pengumuman mereka pasang pada akun media sosial Stapac. Kim Hong, panggilan karib Irawan juga mengirimkan secara pribadi kepada kerabat dan beberapa pekerja media.

“Terima kasih atas dukungannya selama ini,” kata Kim Hong, sosok yang mudah dikenali saat mendampingi timnya di lapangan. Bubarnya Stapac, tentu meninggalkan duka bagi pecinta bolabasket Indonesia. Stapac telah memberi warna indah untuk waktu yang lama, pecinta fanatik mereka pun bertebaran di seluruh penjuru Nusantara.

Berawal dengan nama klub Asaba pada tahun 1986, Kim Hong yang kemudian dipercaya memegang kendali klub, mengubah nama klub menjadi Aspac pada tahun 1994. Asaba dan kemudian menjadi Aspac hingga terakhir berganti menjadi Stapac total sudah 14 kali menjadi juara nasional Indonesia, termasuk ketika Kobatama memiliki dua kompetisi, yakni khusus kompetisi pemain lokal dan kompetisi dengan diperkuat pemain asing.

 

Aspac sempat membuat threepeat dengan tiga kali beruntun menjadi juara pada musim kompetisi 2000-2003 dengan materi pemain berkelas nasional seperti AF Rinaldo, Suko Daryono, Triadnyanaadi Lokatanaya, Ali Budimansyah, Romy Chandra, Riko Hantono, Antonius Joko Endratmo, Andi Batam Poedjakesuma hingga Denny Sumargo.

Ketika Kobatama meningkatkan level menjadi Indonesian Basketball League pada tahun 2003. Aspac mengawalinya dengan menjadi juara. Tahun berikutnya, ambisi menjadi juara digagalkan Satria Muda di babak final. Tahun 2005, Aspac kembali menjadi juara bahkan tak terkalahkan sepanjang musim.

Sayang, kemudian mereka kembali harus menyerah pada Satria Muda di musim kompetisi 2006 dan 2007. Musimberikutnya, Aspac hanya mampu menembus babak final four. 

Ketika IBL berubah menjadi NBL Indonesia pada musim 2010-2011, Aspac hanya berada pada peringkat keempat. Setahun kemudian, 2011-2012 mereka kembali masuk final, namun gagal menjadi juara setelah ditundukkan Satria Muda.

Tahun berikutnya, 2012-2013 barulah Aspac kembali sukses menjadi juara, bahkan mereka melakukan back to back champion pada musim berikutnya.

Pada musim NBL 2014-2015, Aspac gagal ke semifinal setelah ditundukkan Stadium.

Kompetisi kembali dengan nama IBL pada musim 2015-2016, Aspac hanya mampu sampai di babak semifinal setelah ditundukkan Pelita Jaya. Tahun 2017 berkolaborasi dengan Stadium nama tim ini menjadi Stapac . IBL kembali menggunakan pemain asing, Aspac hanya sampai di babak semifinal, kembali dikalahkan oleh Pelita Jaya, begitu pula pada musim berikutnya

 

 

 

Tahun 2019, ditangani pelatih asal Lithuania, Giedrius Zibenas, Stapac tampil perkasa dan menjadi juara IBL. Gelar yang sudah cukup lama mereka rindukan. Stapac juga memborong gelar terbaik seperti MVP oleh Kaleb Ramot Gemilang, Most Impoved Player direbut Widyanta Putra Teja, dan Rookie of The Year menjadi milik Agassi Goantara.

Sayang, itu menjadi penampilan terakhir klub legendaris ini. Sebab beberapa pemainnya seperti Mei Joni, Kaleb Ramot Gemilang, Agassi Goantara, Vincent Rivaldi Kosasih dipanggil tim nasional dan harus memperkuat Indonesia Patriots pada IBL 2020, ditambah sejumlah pemain senior seperti Fandi Andika Ramadhani dan M. Isman Thoyib mengundurkan diri, Stapac kekurangan pemain dan menyatakan mundur dari IBL.

Meski sempat mendapatkan tawaran dari manajemen tim nasional, untuk mengurangi jumlah pemain Stapac yang ada di tim nasional, Kim Hong menolak. “Saya tak mau peluang mereka menjadi pemain nasional hilang karena saya,” ujarnya.

Banyak yang masih berharap, Stapac atau Aspac akan kembali ke IBL, namun justru berita menyedihkan yang dihadirkan. Stapac bubar. “Anak-anak saya sudah mendapatkan tempat di klub masing-masing. Saya yakin mereka akan tetap menjadi pemain yang baik,” katanya.

Kim Hong memang selalu menasihati para pemainnya untuk bersikap baik di lapangan maupun di luar lapangan. “Lawan itu hanya ada di lapangan. Di luar lapangan kita semua teman. Basket itu dunia kecil, kalian pasti ketemu lagi dengan orang-orang yang sama,” katanya suatu waktu. 

Aspac boleh dinyatakan bubar, tetapi nama mereka akan abadi dalam kenangan pecinta bolabasket Indonesia. Kita pasti merindukan suatu saat Aspac akan kembali hadir.