Menolak Lupa: Pelita Jaya EMP Jakarta Juara IBL 2017, Liga Era Baru


Apr 11, 2020

Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta (sekarang: Pelita Jaya Bakrie), pernah menorehkan sejarah di IBL era baru. Era dimana mulai memakai jasa pemain asing. Tapi gelar tersebut lebih dari sekadar prestasi terbaik, melainkan juga menghapus stigma negatif bahwa Pelita Jaya tim yang langganan runner-up di beberapa musim sebelumnya. Perjalanan Pelita Jaya meraih puncak prestasi di tahun 2017 perlu diingat kembali.

Dua musim terakhir (NBL Indonesia 2014-15 dan IBL 2016), Pelita Jaya EMP Jakarta selalu apes, kalau kata orang Jawa. Mereka berhasil mencapai laga final, namun selalu gagal jadi juara. Pelita Jaya pun berbenah di musim 2017.

Langkah pertama yang diambil adalah mengganti pelatih. Pada musim sebelumnya, Pelita Jaya dilatih oleh Benjamin Alvarez Sipin III asal Filipina. Karena dianggap belum sesuai ekspektasi manajemen, maka jabatan pelatih dipegang oleh Johannis Winar di musim 2017. 

Dari komposisi tim, Pelita Jaya mengambil Respati Ragil Pamungkas dan Daniel Timothy Wenas. Dua pemain berkemampuan shooting yang baik. Pada musim ini, masih ada pemain-pemain senior seperti Amin Prihantono, Hendru Ramli, Faisal Julius Ahmad, Dwi Haryoko, dan kapten tim Ponsianus "Komink" Nyoman Indrawan. 

Era baru IBL yang dimaksud kali ini adalah masuknya pemain asing. Pada IBL Foreign Player Draft untuk tahun 2017, Pelita Jaya memilih Winston Grays dan Tim Parham. Dari nama tersebut, Tim Parham tidak bisa datang, lalu digantikan oleh Kore White. 

Pelita Jaya di awal musim sedikit terseok-seok. Mereka jadi salah satu tim yang akhirnya mengganti pemain asing. Pelita Jaya di awal memakai jasa Winston Grays yang berposisi sebagai point guard. Di tengah musim ia diganti oleh Martavious Irving. Pergantian tersebut cukup sukses, lantaran Irving akhirnya bisa bermain sesuai yang diinginkan kepala pelatih Pelita Jaya, Johannis Winar. 

Faktor lain kebangkitan Pelita Jaya saat itu adalah kembalinya aset paling berharga tim ini, yaitu Fictor Gideon Roring. Pada IBL 2016, Roring melatih Garuda Bandung. Setelah satu musim dirinya tidak terlihat lagi bersama Garuda. Namun pada pertengahan musim, Roring menjabat sebagai penasihat pelatih Pelita Jaya. Duet Roring-Winar membuat Pelita Jaya makin perkasa. 

Pada IBL 2017, sistem kompetisi untuk regular season masih menggunakan dua grup. Untuk Grup Putih ada Pelita Jaya EMP Jakarta, W88 Aspac Jakarta, Pacific Caesar Surabaya, Hangtuah Sumatera Selatan, NSH Jakarta, dan Satya Wacana Salatiga. Sedangkan di Grup Merah ada Satria Muda Pertamina Jakarta, CLS Knights Surabaya, Garuda Bandung, JNE Siliwangi Bandung, dan Bima Perkasa Yogyakarta. Jumlahnya memang timpang, jadi Grup Putih menjalani 15 pertandingan dalam satu musim, sedangkan Grup Merah dijadwalkan menjalani 14 pertandingan.

Kembali ke Pelita Jaya. Pada regular season, Pelita Jaya berhasil memenangkan 11 dari 15 pertandingan. Mereka menduduki peringkat pertama dan berhak melaju ke semifinal. Keperkasaan Pelita Jaya sebenarnya sudah terlihat, di akhir reguler season hingga Play-Off. Di semifinal, mereka menghajar Aspac dua kemenangan tanpa balas. Kemenangan tersebut membawa mereka melaju ke final menghadapi Satria Muda.

Final IBL 2017 berlangsung dengan sistem Best Of Three. Pada laga pertama, Pelita Jaya sebagai tuan rumah mampu membendung Satria Muda dengan kemenangan 63-57 (4 Mei 2017). Kemenangan tersebut semakin membuat tim Pelita Jaya percaya diri. Tetapi justru pesta masih tertunda. Sebab di laga kedua, 6 Mei 2017, Pelita Jaya kalah 63-83 di Britama Arena Jakarta. 

Gelar juara IBL 2017 akhirnya direngkuh Pelita Jaya setelah memenangi pertandingan ketiga, 7 Mei 2017. Pada laga penentuan itu, Pelita Jaya menang dengan skor 72-62.

Sejarah mencatat bahwa kali terakhir Pelita Jaya menjadi tim terbaik di liga basket Indonesia adalah saat kompetisi bola basket kasta tertinggi masih bernama Kobatama. Pelita Jaya menjadi juara Indonesia pada musim 1990 dan 1991. Artinya, ini merupakan penantian panjang yang manis. Pelita Jaya pun menjadi juara di era baru IBL, yang memakai jasa pemain asing. 

Tunggu kisah-kisah juara IBL selanjutnya di iblindonesia.com. (*)