Menjadi Satu Keluarga di Cisarua


Apr 13, 2021

Fase pertama IBL Pertamax 2021 berakhir sudah. Semua mengucap selamat tinggal pada Robinson Cisarua Resort yang selama sebulan lebih menjadi tempat tinggal mereka bersama.

“Pasti nanti ada kerinduan akan kebersamaan Bersama teman-teman. Apalagi sebelum gelembung kami juga sudah berlatih di sini, pasti ada rasa kangen,” kata M. Arighi, guard Indonesia Patriots.

“Sebulan Bersama, kami sudah seperti satu keluarga. Menjadi lebih dekat dan akrab,” kata Randika Aprilian, pemain NSH Mountain Gold Timika. “Terima kasih kepada IBL yang sudah bekerja keras menggelar kompetisi di tengah pandemi,” ujarnya.

Hal senada diakui oleh Andre Adriano, pemain West Bandits yang sudah masuk dalam klub 1.000 pemain dalam kompetisi gelembung ini. “Kangen rumah dan jenuh pasti ada, tetapi ada bagusnya juga berada dalam gelembung untuk pembentukan chemistry tim,” kata Andre.

“Ada positifnya Bersama dalam gelembung, kami bisa mempercepat chemistry mengingat persiapan dan adaptasi dengan tim juga tidak memiliki waktu banyak sebelum kompetisi dimulai,” kata pelatih West Bandits, Raoul Miguel Hadinoto,

Apresiasi kepada IBL juga diberikan oleh Laurentius Steven Oei, big man Satria Muda Pertamina. “Dalam persiapan kami sempat berlatih di Robinson, tetapi tetap kagum dengan polesan IBL terhadap lapangan, sungguh berbeda,” kata Laurentius. 

“Belum lagi adanya beberapa fasilitas hiburan hingga barber shop sampai mengadakan fun game saat jeda agar kami semua tak jenuh. Luar biasa, terimakasih kepada IBL,” tegasnya.

Pelatih Satya Wacana Saints Salatiga, Efri Meldy juga memberikan penghargaan serupa. “Terima kasih IBL yang sudah berusaha sangat keras sehingga kami bisa berkompetisi,” kata Meldy.