Melihat Potensi Randy Ady Prasetya Bersama Satya Wacana


Sep 09, 2021

Biasanya melihat sebuah pertandingan hanya fokus pada satu atau dua pemain saja. Tapi setelah menyimak dengan seksama catatan statistik, baru sadar kalau ada pemain lain yang sebenarnya tampil bagus. Itulah yang terjadi kalau kita melihat statistik Satya Wacana Saints Salatiga, dan menemukan nama Randy Ady Prasetya.

Kalau dilihat dari rekam jejaknya selama ini. Pemain asal Padang, Sumatera Barat itu sudah lama memperkuat tim Satya Wacana. Mahasiswa jurusan Desan Komunikasi Visual tersebut pernah bermain bersama tim Satya Wacana di beberapa turnamen sejak 2017, bahkan sempat muncul di IBL GO-Jek Tournament 2018 di Solo. Tapi baru dimasukkan dalam roster The Saints Salatiga di IBL Pertamax 2021. 

Sebagai rookie, Randy jelas bukan center utama Satya Wacana. Meski tingginya 202 cm, dia harus antre di belakang Bryan Adha Elang Praditya ketika bermain. Bryan masih jadi pilihan utama Coach Efri Meldi, terutama di sepanjang musim 2021 kemarin. Randy hanya diberi kesempatan bermain selama 8,2 menit per pertandingan. 

Namun kembali lagi, potensi pemain tidak bisa dilihat dari menit bermain saja. Ada faktor lain yang membuat Randy punya masa depan yang bagus di liga. Randy sudah punya tinggi yang ideal sebagai pemain basket. Ternyata dia juga punya naluri bermain yang bagus, khususnya dalam offense dan defense. Selama IBL Pertamax 2021, dia mencetak field goals precentage 51,7% dengan rata-rata poin sebanyak 1,8 PPG. Sementara itu, Randy mampu merebut 2,4 RPG selama semusim. 

Kemampuan bertahan Randy semakin diakui ketika ada catatan 13 block-shot dalam satu musim. Catatan block kedua terbanyak di tim Satya Wacana setelah Bryan Elang. Jadi walaupun kesempatan bermainnya tidak banyak, Randy bisa disebut pemain yang efektif dan punya potensi di masa depan. 

Satya Wacana menjadi salah satu tim yang mencuri perhatian di IBL Pertamax 2021. Mereka menurunkan pemain-pemain muda. Tapi daya juang mereka di lapangan tidak perlu diragukan lagi. Musim depan, Satya Wacana akan lebih matang, baik secara usia dan permainan. Mereka bisa jadi ancaman di liga. (*)