Media Penentu Penilaian IBL Awards di Luar Statistik


Oct 16, 2020

Peraih IBL Awards 2020 Tak cuma dinilai dari performa berdasarkan statistik semata. Penampilan di luar faktor teknis dan statistik hanya menjadi salah satu faktor utama. Penentu siapa peraih IBL Awards ada di tangan 15 jurnalis yang memberi peringkat pada 3 nominee masing-masing kategori, kecuali empat nominee dalam kategori MVP.

Unsur penilaian di luar statistik adalah bagaimana karakter pemain, bagaimana peran dia dalam membawa tim, sikap dan cara komunikasi mereka kepada wasit, sikap dan respek mereka terhadap lawan serta bagaimana mereka bersikap terhadap penggemar dan penonton.

"Indikator indikator tersebut bisa lebih jelas dari sudut pandang rekan-rekan wartawan," kata Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah. 

15 wartawan yang dipilih untuk menilai adalah Fitrianto (Republika), Kelvin Hianusa (Kompas), Mercy Raya S. (Detik), Nugyaksa Laksana (Kompas.com), Ragil Putri (Jawa Pos), Zainal Hasan (Indosport), Erlangga Wisnuaji (CNN Indonesia TV), Angga Nur Rizki (Kompas TV), Gilang Galiartha (Antara), Thomas (Liputan 6), Andika (Bolaskor), Kresna Daneshwara (Skor.id), Wina Setyawati (Pikiran Rakyat), Arif S. (Suara.com), dan Rasyidan (MainBasket).

Peringkat pemain dari masing masing wartawan kemudian direkapitulasi oleh tim IBL.  Peringkat pertama mendapat nilai 10, peringkat kedua memperoleh nilai 7, peringkat ketiga mengantongi poin 5 dan peringkat keempat mendapat poin 3.

"Respon dari teman teman wartawan luar biasa. Kami sebarkan daftar nominasi pada 14 September, mereka sudah mengirim balik pada 16 September. Alhasil kami sudah lengkap melakukan rekapitulasi pada tanggal 18 September. Terima kasih teman-teman wartawan," ungkap Junas.

Para wartawan pun antusias berpartisipasi. "Ini terobosan baru IBL  melibatkan wartawan sehingga mereka yang terpilih tak hanya jago di dalam lapangan tetapi juga pemain dengan sikap yang baik," kata Fitrianto yang sudah meliput bola basket sejak akhir 1990-an.

"Penilaian ini saya kira lebih efektif dan fair dibandingkan misalnya melibatkan voters, dimana pemain dengan penggemar atau follower yang lebih banyak akan lebih diuntungkan," kata Andika.

Hal senada diungkap oleh Rasyidan. "Penghargaan-penghargaan tahunan IBL dengan melibatkan awak media adalah langkah bagus. Semoga ke depan bisa lebih interaktif dengan melibatkan lebih banyak lagi media, baik nasional maupun daerah," kata Idan, sapaan karibnya. 

"Semoga juga semakin banyak media yang konsisten dan intensif meliput dan mengulas tentang IBL," sambungnya. 

Terima kasih wartawan. Tunggu pengumuman IBL Awards 2020, Minggu 18 Oktober.