Louvre Tawarkan Dua Opsi Penyesuaian Gaji Pemain


Apr 15, 2020

Bukan rahasia umum bila tim-tim IBL Pertamax 2020 masih mengandalkan kekuatan finansial pemilik klub. Ketika bisnis pemilik klub terdampak wabah Covid-19, maka tim juga ikut terpengaruh juga. Bisnis perhotelan yang lesu membuat pemilik Louvre Surabaya memberikan opsi penyesuaian gaji kepada pemainnya. 

Bisnis perhotelan yang dijalani Erick Herlangga, pemilik Louvre juga kena dampak wabah Covid-19. Secara otomatis dirinya juga akan melakukan penyesuaian gaji pemain tim basketnya. Tetapi jumlahnya masih belum ditentukan. Hanya saja, Erick menyodorkan dua opsi kepada pemain.

"Opsi pertama perubahan kontrak, atau adendum kontrak. Opsi kedua pemotongan gaji. Namun dua opsi ini masih akan kami bicarakan lebih lanjut dengan pemain. Karena menyangkut besaran gaji yang bakal diterima pemain," kata Erick.

Opsi adendum kontrak yang dimaksud Erick yakni pemain menerima perpanjangan masa kontrak. Perpanjangan masa kontrak itu, sama dengan masa penundaan liga. Jadi misalnya liga ditunda dua bulan, maka pemain akan ditambah kontraknya selama dua bulan juga. Opsi kedua adalah pemotongan gaji. 

"Sesuai anjuran IBL, saya punya rencana bahwa pemain yang dipotong gajinya adalah mereka yang punya nilai gaji di atas UMR. Sedangkan untuk yang UMR, mereka tidak dipotong. Usulan ini masih akan dibahas lebih lanjut dengan pemain," jelasnya.

Yang jelas, untuk bulan Maret, gaji sudah dibayarkan penuh. Sedangkan untuk bulan April, masih perlu dibicarakan lebih lanjut. (*)