Louvre Surabaya Taklukkan Hati Sandy Febiansyakh


Dec 29, 2020

Louvre Surabaya bakal mengalami perubahan penampilan. Sebab, tiga pilar utama mereka sudah pergi. IBL Fans juga pasti makin penasaran setelah satu nama pemain diperkenalkan oleh mereka. Pemain tersebut adalah Sandy Febiansyakh Kurniawan. Salah satu shooter veteran di liga profesional Indonesia. 

Selama 16 tahun lamanya, Sandy berkiprah di basket profesional bersama klub Cahaya Lestari Surabaya atau yang lebih dikenal dengan nama CLS. Mulai dari IBL, NBL Indonesia, sampai IBL era baru. Tak hanya itu, Keceng -sapaan akrabnya- pernah merasakan tampil di liga-liga profesional di Asia Tenggara seperti ASEAN Basketball League (ABL), dan Thailand Basketball Super League (TBSL). 

Soal pengalaman bermain dan prestasi, tidak usah diragukan lagi. Sandy pernah menjadi juara IBL 2016 dan ABL 2018-2019. Pemain kelahiran Jember, 19 Februari 1986 tersebut pernah mendapatkan medali perak SEA Games 2015 dan 2017, serta masuk timnas Indonesia yang tampil di ASIAN Games 2018 Jakarta-Palembang. Jadi untuk prestasi tak jadi masalah. 

Tetapi yang menarik adalah saat Keceng mau menerima pinangan dari Louvre Surabaya. Sebab tahun lalu, meski Louvre bermarkas di Surabaya, mereka tidak berhasil mendatangkan pemain CLS. Hanya Dimaz Muharri saja yang saat itu sudah pensiun dari CLS, bisa bermain dengan Louvre di IBL Pertamax 2020. 

Dugaan sementara bahwa Keceng mau bermain di Louvre karena dia akan jadi pemain inti. Sebab, sudah tidak ada Daniel Timothy Wenas sebagai shooter utama tim tersebut. Keceng dan Daniel memang dikenal sebagai guard terbaik di tanah air. Keduanya juga pernah menjabat sebagai kapten tim. 

Sementara itu, pekerjaan rumah pelatih Andika Supriadi Saputra masih banyak. Dirinya harus mencari sosok pengganti Dimaz Muharri di barisan point guard. Kemudian, mencari pengganti Galank Gunawan yang akan menjaga paint area. Pekerjaan rumah tersebut harus segera diselesaikan, karena IBL 2021 tinggal menghitung hari. (*)