IBL Rookie Combine 2019 Awal Lahirnya Bintang Bintang Baru


Oct 09, 2019

Jakarta, 9 Oktober - Guna menjaring dan melahirkan bintang bintang baru bolabasket nasional, IBL kembali menggelar IBL Rookie Combine 2019 tanggal 9-11 Oktober. 

IBL Rookie Combine 2019 kali ini akan dibimbing oleh pelatih internasional kelas Dunia asal Selandia Baru, Sean Pero MacPherson Cameron, mantan kapten timnas Selandia Baru yang membawa negaranya melaju ke babak semifinal FIBA World Championship 2002. Nama Cameron bahkan masuk dalam FIBA Hall of Fame. Coach Cameron direkomendasikan oleh FIBA untuk memberikan dukungan terhadap program IBL Rookie Combine ini.

Selain itu sejumlah legenda bola basket Indonesia juga akan membagi ilmu dan pengalamannya kepada para pemain muda tersebut. Mereka adalah Antonius Joko Endratmo, Saut Lambok Jonson, Andy "Batam" Poedjakesuma dan Jerry Lolowang.

Kegiatan awal program ini adalah melakukan medical chek up di RS Royal Sports Medicine Sunter Jakarta pada hari Rabu, 9 Oktober. "Kami ingin memastikan para rookie dalam kondisi fit," kata Junas Miradiarsyah, Direktur Utama IBL.

Hari berikutnya akan dilanjutkan dengan drill bersama para pelatih dan kemudian di hari terakhir dilakukan scrimage. Peserta Rookie Combine akan dibagi dua tim dengan didampingi pemain IBL aktif sebagai mentor masing-masing team, yakni Wendha Wijaya dari NSH Jakarta dan Abraham Wenas dari Amartha Hangtuah Jakarta. "Kami pilih pemain yang masih aktif di kompetisi IBL. Wendha adalah pemain senior paling berpengalaman sementara Abraham adalah pemain muda yang pernah terpilih sebagai Rookie of The Year yang pstinya akan dapat memberikan masukan sangat berharga kepada para peserta rookie," kata Junas.

"Pelatih beserta para manager klub-klub IBL turut hadir menyaksikan Rookie Combine agar memperoleh gambaran dalam pemilihan pemain nanti," papar Junas. Hasil dari program rookie tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan draft pemain asing pada pertengahan November mendatang.

 

1. Nikholas Mahesa Romulo Sugondo (Institut Teknologi Harapan Bangsa)

2. Muhammad Aulia (Universitas Padjadjaran)

3. M. Yudi Partogi Sinaga (Institut Perbanas)

4. Adrian Mirza Prisardi (Universitas Negeri Jakarta)

5. Alba Pedro (Universitas 17 Agustus 1945)

 

6. Arisandra Satya Djauharie (Universitas 17 Agustus 1945)

7. Fachrul Asyam (Universitas 17 Agustus 1945)

8. Norman Maulana (Universitas 17 Agustus 1945)

9. Sigit Setiawan (Universitas Esa Unggul)

10. Dio Syahputra D. (STIE Kesatuan)

 

11. Yunus Gloria Liem (Jawa Barat)

12. Farisan Hadyan (Jawa Barat)

13. Lilik Dion Setyo (Jawa Barat)

14. Erick Wibowo Prawita (Bali)

15. Danang Eko Prasetyo (Jawa Timur)

 

16. Muh. Nur Fajar (Sulawesi Selatan)

17. Firman Yohanes Situmorang (Bengkulu)

18. Yoga Saputra (Bengkulu)

19. M. Aris Rinaldi (Bengkulu)

20. Anggi Ramadhani Saputra (Batam)

 

21. Ikhsan (DKI Jakarta)

22. Hieber Rolindo (DKI Jakarta)

23. M. Ghifaary S. (Jawa Barat)

24. Rio Rusanda (Kalimatan Timur)

25. Alexander Franklin (Bangka Belitung)

 

26. Reza Arfah Roediana (Jawa Barat)

27. Raja Anugerah Emerald Dean Meel Pasaribu (Banten)

28. Sabar Mulia (DKI Jakarta)

29. Muhammad Alqinanjar (Makassar)

30. Richnel Rainers Loupatty (Maluku)

 

31. Antoni Erga (Bangka Belitung)

32. William Beckham Mamahi Pontoh (Sulawesi Utara)

33. Tifan Eka Pradipta (Jawa Tengah)

34. Rivaldo Tandra Pangesthio (Pontianak)

35. M. Lakha Kurniawan (Bengkulu)

 

36. Adrian Danny Christianto (DKI Jakarta)

37. Gabriel Jorge Josua Senduk (Jawa Timur)