IBL PERTAMAX 2021:Adu Kekuatan Paint Area antara West Bandits dan NSH Montain Gold


Mar 27, 2021

Setelah membahas motivasi bertanding kedua tim, langsung kita meluncur ke prediksi kekuatan mereka berdasarkan catatan statistik West Bandits Solo dan NSH Montain Gold Timika. 

Setelah sembilan pertandingan, West Bandits punya catatan statistik yang bagus. Khususnya dalam hal akurasi tembakan di dalam area perimeter maupun key hole. Field goals precentage West Bandit di kisaran 40%, dengan 2PTS percentage sebear 51%. Tampaknya kehadiran pemain-pemain seperti Andre Adrianno yang jago di perimeter dan Pringgo Regowo di paint area membuat angkanya bagus. 

Tapi West Bandits punya celah di pertahanan dan tembakan three point. Terlihat dari beberapa pertandingan, West Bandits jarang mencetak three point. Akibatnya 3PTS precentage mereka turun jadi 26%. Namun soal ketenangan para pemain jangan ditanya lagi. Tim ini berisi pemain berpengalaman di liga, jadi saat mendapatkan free throw, mereka mengeksekusi dengan tenang. Buktinya, West Bandits punya FT% sebesar 67%. 

Beralih ke NSH Montain Gold. Dari delapan pertandingan mereka hanya punya field goals precentage sebeser 36%. Catatan ini bisa turun karena 3PTS percentage NSH juga hanya sebesar 20% saja. Satu-satunya kekuatan NSH adalah di paint area. Mereka bisa mencetak 45% untuk two points precentage. Harus diakui bahwa NSH harus lebih memaksimalkan peran Andre Rorimpandey dan beberapa pemain yang punya kecepatan, seperti Rizky Effendy dan Ebrahim Enguio Lopez. 

NSH kurang bisa berharap dari Randika Aprilian. Bukan karena Randika tidak bisa mencetak poin, tapi kapten tim NSH itu akan sibuk menghalau serangan bigman West Bandits. Jadi sebagai gantinya, para guard harus bekerja keras untuk mencetak poin. 

Karena kedua tim pernah bertemu sebelumnya, maka kita juga bisa melihat apa yang membuat NSH bisa menang, tentu dari catatan statistik. Saat NSH menang 76-72 dari West Bandits, catatan yang mencolok ada pada free throw dan fast break point. NSH memasukkan 23 free throw dari 36 kesempatan (63%). Sebaliknya West Bandits hanya 8 dari 12 kesempatan. Sedangkan di fast break, NSH unggul 13-7. Dengan demikian, maka dibutuhkan ketenangan saat eksekusi dan kecepatan dalam menyerang agar NSH bis menang. 

Begitu juga dengan West Bandits. Faktor penyebab kekalahan mereka adalah turn over. West Bandits membuat 21 turn over di pertemuan pertama. Kalau mereka bisa menurunkan jumlahnya, bisa jadi kemungkinan mereka menang semakin besar.

Nantikan laga West Bandits Solo melawan NSH Montain Gold Timika, pukul 17.00 WIB di IBL TV  (*)