Ibl Legends:Indrawan “Depaks” Waskito Dari Guntur Kembali ke Guntur


Aug 01, 2021

Barangkali pecinta bola basket harus berpikir bila disebut nama Indrawan Waskito, tetapi sebut nama Depaks maka para penggemar bola basket terutama di Jakarta merasa akrab dengan nama tersebut.

“Dulu waktu masih SD saya suka main bola. Suatu hari Ayah membeli alat cukur rambut bermesin, di uji coba mencukur rambut saya. Hasilnya , banyak bopak atau pitak di rambut. Nah, karena kalau main bola saya suka gaprak kaki lawan, orang-orang bilang sudah kepalanya pitak suka gaprak, jadilah panggilan Depaks,” cerita Indrawan tentang asal mula nama panggilan yang jadi trade mark dirinya tersebut.

Depaks mengawali latihan bolabasket di klub legendaris Jakarta, Mitra Guntur pada tahun 1985. Empat tahun kemudian dia bergabung dengan klub Djakarta Utama mencoba bersaing pada kompetisi semi professional. “Kami hanya sampai Pra Kobatama, kalah sama klub Banjar Utama,” kenangnya. 

Saat itu dia berada satu tim diantaranya dengan Opung Raja, Bambang Hermansyah, Johny Herry dan Andre Posumah.

“Saya baru benar-benar bermain basket professional bersama Satria Muda tahun 1995. Kami masuk Kobatama setelah menang dari Siliwangi Bandung,” tuturnya. Dia termasuk perintis Satria Muda memasuki Kobatama bersama sejumlah pemain seperti Dwui Eriano, Romy Tanaka, Rivelino Abuthan dan almarhum Amran Andi Sinta.

Setahun di Satria Muda, Depaks kemudian bergabung dengan Pelita Jaya Bakrie pada musim kompetisi 1997-1998. Usai memperkuat Pelita Jaya, dia kembali ke almamaternya, Mitra Guntur pada tahun 1999 hingga mengakhiri karier sebagai pebasket professional. “Tahun 2000, saya diminta menjadi manajer tim Mitra Guntur oleh ownernya, almarhum Andre Mamuaya,” ujarnya.

Ketika Mitra Guntur diambil alih oleh Citra Satria Pelita, Depak tidak turut serta. “Saya diminta almarhum Andre Mamuaya membantu di kantornya,” paparnya.

Jadilah Depaks mengawali dan mengakhiri karier bola basketnya di Mitra Guntur.