IBL LEGENDS : I Made “Lolik” Sudiadnyana Legenda Bola Basket Bali dan Solo.


Jan 24, 2021

Indonesia Basketball League (IBL) kini punya dua klub baru, Bali United dan West Bandits Solo yang akan berkiprah dalam Kompetisi IBL 2021.

Bicara soal bola basket Pulau Dewata dan Solo, ada satu nama legenda yang tak boleh dilupakan dan selalu terhubung dengan Bali dan Solo, dialah I Made Sudiadnyana alias Lolik. Bahkan, Lolik juga menjadi legenda di Kota Malang, tempat dia mengawali karier basket profesional.

Mengawali berlatih bola basket di kota kelahirannya, Singaraja, Pria kelahiran 30 November 1970 ini merantau ke Malang dan bergabung dengan klub Bima Sakti Nikko Steel Malang berlaga pada Kompetisi Kobatama, level kompetisi tertinggi di Indonesia saat itu. Dia menjadi bintang Bima Sakti dari tahun 1991 hingga 1996.

Tahun 1997, Lolik hijrah ke Solo bergabung dengan Bhinneka Solo. Prestasi makin cemerlang, dia membawa Bhinneka ke final Kobatama dan IBL sebanyak lima kali. Lolik pun terpilih menjadi andalan tim nasional Indonesia ketika merebut medali perak SEA Games 2001 Kuala Lumpur dan SEA Games 2007 Nakhon Ratchasima.

Lolik setia bersama Bhinneka hingga klub tersebut membubarkan diri pada 2009 dan merger dengan klub Stadium. Gambar diri Lolik ukuran besar terpampang di GOR Bhinneka yang kini bernama Sritex Arena.

Lolik hijrah ke Garuda Bandung berlaga di ajang NBL Indonesia., dia bahkan menjadi Most Valuable Player di usia menginjak 40 tahun. 

“Usia itu hanyalah deretan angka,” kata Lolik ketika itu. Dia benar-benar membuktikan kata-kata tersebut. Kedisiplinan Lolik menjaga kondisi fisik memang patut dipuji. 

Sempat ada rumor Lolik akan bergabung dengan Bali United Basketball, namun ternyata tidak menjadi kenyataan. “Tidak, saya tidak bermain,” kata Lolik, namun dia mengaku gembira Pulau Dewata kini memiliki wakil di kancah kompetisi level tertinggi Indonesi. “Jadi anak-anak Bali kini tidak perlu merantau lagi untuk bermain di kompetisi tertinggi,” katanya.

Meski tak bermain untuk Bali United Basketball, Lolik memiliki andil dengan bergabungnya Ponsianus “Koming” Nyoman Indrawan ke klub tersebut. Secara khusus Lolik menghubungi Koming dan meminta juniornya itu untuk menerima tawaran memperkuat tim basket yang akan menjadi kebanggaan Bali.