Pemain Terbaik: I Made Sudiadnyana Jadi MVP di Liga Era Baru


Apr 24, 2020

Basket sangat kental dengan data-data statistik. Tetapi akan semakin mudah bila data tersebut disimpan dalam bentuk digital. Tentu saja sangat sulit untuk mendapatkan data-data di liga basket era lama. Untuk itu cerita-cerita pemain terbaik ini dimulai dari era liga baru, NBL Indonesia. Sebab, jejak digital pemain jauh lebih mudah untuk didapatkan.

Pada waktu liga baru dibentuk bernama NBL Indonesia, masih ada tim Garuda Flexi Bandung. Saat itu menjadi musim terakhir bagi pemain kelahiran Singaraja, 16 November 1970 untuk unjuk kemampuan. Itulah I Made Sudiadnyana atau yang akrab disapa Lolik. Saat memasuki usia 40 tahun, dia justru bisa terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP).

Usia memang menjadi batasan. Tetapi hal tersebut dibantah oleh Lolik, yang pernah berkata bahwa usia hanya deretan angka saja. Semangat dan menjaga fisik tetap prima merupakan faktor penentu seseorang bisa bertahan di dunia olahraga. Apalagi basket yang punya tuntutan fisik lebih berat.

Lolik saat itu benar-benar jadi motor penggerak tim Garuda. Bahkan dari catatan statistik, Lolik mengumpulkan 13,8 PPG di regular season. Catatan tersebut di bahwa Ary Chandra dari Pelita Jaya dengan torehan 14,0 PPG. Soal tembakan tiga angka, Lolik saat itu masih tajam dengan catatan 45%. 

Soal juara, tentu berat. Karena di playoff, Garuda kalah 45-57 atas CLS Knights Surabaya. Meskipun saat itu, Lolik tampil bagus dengan mencetak 12 points dan 8 rebounds. Mendukung pendulang angka utama tim Garuda, Denny Sumargo dengan torehan 15 poin. 

Selain dikenal sebagai pemain dengan dedikasi tinggi, Lolik juga memiliki loyalitas tinggi. Jika saja Bhinneka Solo tidak bubar karena pemiliknya, almarhum Halim Sugiarto, mundur dari basket. Mungkin Lolik masih membela tim kebanggaan Solo itu. Sebab di Bhinneka, Lolik merajut sebagian besar kisah suksesnya sebagai pemain basket.

Lolik sudah menjadi ikon basket Solo. Di Sritex Arena (dulu GOR Bhinneka), ada gambar besar (lukisan mural) Lolik yang sedang beraksi terpampang di salah satu dinding GOR. Tidak ada pemain lain Indonesia yang mendapatkan kehormatan seperti itu. Kecintaan Lolik terhadap basket, diwujudkan dengan tetap bermain di level veteran. Lolik masih punya kemampuan untuk mencetak poin dengan baik. (*)

 

 

Credit photo : Jawa Pos