Ibl Legends : Deny Sartika dan Cerita 15 Tahun Bersama Bima Sakti


Oct 11, 2020

Deny Sartika bisa disebut sebagai salah satu legenda klub Bimasakti Malang. Bermain selama 15 musim, Deny merasakan kerasnya persaingan tiga liga. Deny juga masih sempat bermain di IBL era baru.

Deny adalah pemain kelahiran Blitar, 9 November 1980. Pemain yang berposisi sebagai point guard itu mengakui bila basket telah mengubah hidupnya. Mulai dari kuliah hingga mendapatkan banyak hal setelah menekuni olahraga ini. 

Deny memulai semuanya di tahun 2001, dan mengakhiri karier profesional di tahun 2016. Jadi dia sudah bermain sejak era Kobatama, IBL, NBL Indonesia, hingga IBL era baru. Namun ada masa dimana Deny sempat berhenti. Pada musim 2012-2013, Deny menyatakan pensiun dari basket profesional. Dia merantau ke Lombok untuk membantu seorang rekannya melatih basket. 

Tetapi pemain yang pernah menjadi Top Assist di NBL Indonesia 2011-2012 tersebut memutuskan untuk kembali bermain. Tentunya di klub yang membesarkan namanya, yaitu Bimasakti Malang. Itu terjadi di musim 2014-2015. Denny menjalin kerjasama dengan klub lamanya selama dua tahun. Artinya, Deny masih bermain hingga IBL 2016. 

Deny sendiri dikenal sebagai pengirim umpan matang terbaik di liga. Saat dirinya menjadi top assist, Deny mengirimkan 4,8 assist per game dari 27 penampilan di musim reguler. Bahkan saat dirinya kembali di musim 2014-2015, Deny masih mampu mencetak 4,6 assist per pertandingan. Dia bersaing ketat dengan Mario Wuysang yang saat itu masih membela CLS Knights Surabaya. 

Deny menyatakan pensiun untuk kedua kalinya setelah menjalani musim yang berat bersama Bimasakti di IBL 2016. Saat itu, bukan hanya liga persaingan liga yang makin keras, tapi usia tidak bisa berbohong. Beberapa kali, Deny harus istirahat karena cedera. Dia merasa sudah saatnya berhenti dari basket profesional setelah 15 tahun. 

Pemain setinggi 1,76 meter tersebut, kini berada di Semarang. Selain memilih dekat dengan keluarga, Deny juga terlibat di klub Sahabat Semarang. Dia menjadi pelatih tim muda Sahabat, dan terkadang juga mendampingi tim putri Sahabat Semarang di liga putri Indonesia, Srikandi Cup. 

Deny dikenal sebagai orang yang mudah bergaul. Tetapi dia punya kesenangan yang termasuk aneh sebagai pemain basket. Deny justru senang mengoleksi jersey tim sepak bola. Deny lebih senang menonton pertandingan sepak bola sebagai hiburan ketika jenuh dengan kegiatan basket. (*)

 

credit foto by ANTARA