Cokorda Raka Satrya Wibawa, yang sering dipanggil Wiwin dikenal luas tidak hanya karena kemampuannya di lapangan basket, tetapi juga kontribusinya dalam membangun dunia olahraga di Bali dan Indonesia. Pejalanan kariernya dari pemain hingga menjadi pelatih patut jadi contoh para generasi muda.
Wiwin lahir di Bali dan mulai bermain basket sejak usia muda. Seiring berjalannya waktu, bakatnya semakin berkembang, dan ia mulai mendapatkan perhatian dalam dunia bola basket nasional. Selain itu, tubuhnya yang atletis juga memberikan keunggulan fisik di lapangan, memungkinkan Raka untuk tampil dominan baik di posisi forward maupun center.
Wiwin bergabung dengan Aspac tahun 1995-2001. Bersama Aspac, empat gelar juara nasional diraihnya. Tahun 2002 dia hijrah ke Satria Muda. Kemudian memperkuat Citra Satria di tahun 2003-2005.
Musim 2006-2011, dia membela Garuda. Sebelum pensiun sebagai pemain, center tim nasional ini sempat membela Indonesia Warriors bermain di ASEAN Basketball League.
Pensiun sebagai pemain, Wiwin, sapaannya, terjun sebagai pelatih dan membawa Satria Muda menjadi juara nasional tahun 2015. Sebagai pelatih, Cokorda Raka Satrya Wibawa membawa pendekatan yang sangat berorientasi pada pengembangan pemain secara individu dan tim. Melalui kepemimpinan dan pengalamannya, ia berhasil menuntun banyak pemain muda untuk berkembang lebih baik, tidak hanya secara teknis, tetapi juga dalam aspek mental dan psikologis bermain basket. Di bawah asuhan Wiwin, Satria Muda semakin menjadi kekuatan besar di dunia bola basket Indonesia.

Cokorda Raka Satrya Wibawa adalah sosok yang tidak hanya dikenang karena prestasi luar biasa di lapangan basket, tetapi juga sebagai mentor dan pelatih yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia basket Indonesia. Dari perjalanan panjang sebagai pemain hingga menjadi pelatih, Wiwin telah menunjukkan dedikasinya untuk olahraga ini dan para generasi muda.
Bali dan Indonesia patut berbangga memiliki seorang legenda seperti Cokorda Raka Satrya Wibawa, yang terus menginspirasi dan membimbing banyak orang untuk mencapai kesuksesan dalam dunia basket. Apalagi sekarang dia berada di Dinas Pemuda dan Olah Raga Daerah Bali, yang mencoba menggalakkan kembali turnamen bola basket di Bali. (*)
0 Comments