IBL LEGEND : Rany Kristiono Rebounder Terbaik di Masanya


Dec 15, 2019

Rany Kristiono tak dapat disangkal akan dikenang sebagai salah satu rebounder terbaik Indonesia sepanjang masa.

Pada Kobatama,  kompetisi tertinggi Indonesia waktu itu, bergulir dengan melibatkan pemain asing di tahun 1994, Ino sapaan Rany, dinobatkan sebagai Top Rebound plus Top Blocker untuk kategori pemain lokal. 

Tahun 1996, Ino kembali meraih gelar Top Rebound.Tahun itu pula dia ikut membawa Panasia Indosyntec menjadi juara Kobatama. Ini bukan gelar juara pertamanya,  tahun 1994 saat klub masih bernama Hadtex, gelar juara juga diraihnya. Tahun 1995, Hadtex menjadi runner up.

Pria kelahiran Bogor, 28 Januari 1972 ini mengawali terjun di dunia bola basket dengan bergabung pada klub Bogor Jaya di tahun 1989. Dia kemudian direkrut Halim Kediri di tahun 1992. Bersama Halim, Ino merebut medali perunggu Kejuaraan Antarklub SEABA di Johor Malaysia pada tahun 1993.

Tahun 1993 bisa jadi merupakan tahun emas baginya. Memperkuat tim nasional mahasiswa, medali emas Pekan Olahraga Mahasiswa ASEAN bisa direbutnya. Di tahun sama, Ino masuk skuad tim nasional Indonesia merebut medali perunggu pada SEA Games 1993 Singapura.

Tahun itu juga Ino memperkuat timnas U-21 berlaga pada Kejuaraan Asia U-21 di Hong Kong dan menempati peringkat kelima. 

Tahun 1994, dia hijrah ke Hadtex hingga tim ini berubah nama menjadi Panasia Indosyntec. Ino bergabung dengan tim kebanggaan Bandung hingga tahun 2002.

Bersama Hadtex dan Panasia, selain gelar juara Kobatama, Ino juga terpilih masuk tim Wilayah Timur pada laga Perang Bintang tiga tahun berurutan dari tahun 1995 hingga 1997

Ino juga ikut SEA Games 1995 di Chiang Mai Thailand serta Kejuaraan Asia Senior di Jakarta. Dua tahun kemudian, dia masuk dalam timnas untuk Kejuaraan Asia 1997 di Seoul, Korea Selatan. 

Selepas bermain untuk Singapura Medan, Ino hijrah ke Sekayu Sumatera Selatan.  Selain melatih dia juga bermain memperkuat tim Sekayu.

Ino mengasuh Akademi Bolabasket Sekayu dari tahun 2004 sampai 2011. Tahun 2014 dia melatih tim PORPemda Kota Bogor hingga saat ini serta tim Popwil Kota Bogor. Musim kompetisi IBL Pertamax lalu, Ino juga ikut menangani Bogor Siliwangi. 

Menikah dengan mantan ratu tenis meja Indonesia,  Rossy Pratiwi Dipoyanti Syechbubakar pada 28 Januari 2001, pasangan ini dikaruniai empat putri.

"Olahraganya dibagi. Dua orang basket, dua orang pingpong, " kata Ino sambil tersenyum.

Ino gembira melihat perkembangan bolabasket Indonesia. "Saya lihat para pemain makin bagus," akunya.

Meningkatnya level permainan,  juga tak lepas dari standar yang sudah dicapai para legenda bolabasket sebelumnya, termasuk Rany Kristiono. Terima kasih legenda!

 

 

photo by :Manut_opat_belas