News Event

Borneo Bukan Tim Terburuk di Liga

11 February 2024
|

Terkadang orang menilai performa sebuah tim hanya dari hasil akhirnya saja. Tetapi dalam permainan bola basket, ada statistik yang bisa dicermati, bagaimana performa sebuah tim. Seperti Borneo Hornbills yang belum pernah menang hingga pekan keempat (0-6), ternyata bukan tim terburuk di IBL Tokopedia 2024. Data-data menunjukkan bahwa Borneo selalu kehilangan momentum di menit-menit akhir. 

Dari enam pertandingan yang sudah dijalani hingga pekan keempat, didapati fakta bahwa Borneo menjadi tim yang pernah dua kali kemasukan 30 poin atau lebih di kuarter pertama. Kemudian, mereka adalah tim yang pernah dua kali dari enam laga, harus melewati babak tambahan waktu (overtime). Semuanya berakhir dengan kekalahan. 

Padahal jika dilihat dari average points per game, Borneo ada di kisaran 70,0 ppg. Rata-ratanya sama dengan Prawira, serta lebih bagus dari pada Bima Perkasa dan Satya Wacana. Kemudian dari Effective Field Goals (eFG%), Borneo juga tidak buruk dengan 42,1%. Effective Field Goals adalah FG% yang membedakan nilai tembakan tiga angka (3P) dengan tembakan dua angka (2P). Borneo lebih baik ketimbang Hangtuah, Satya Wacana dan Bima Perkasa. 

Kalau dari sisi serangan, kelemahan Borneo ada pada kolektifitas tim. Di mana para pemainnya lebih mengandalkan serangan 1-on-1 ketimbang bekerja sama. Hal ini terlihat dari rendahnya assist per game Borneo yang hanya 14,0 apg. Sebagai perbandingan, Dewa United saat ini menduduki peringkat teratas dengan 25,6 apg. Sementara turnovers Borneo juga tinggi di kisaran 16,3 turnovers per game. 

Kembali ke performa di awal musim ini, ketika Borneo sudah tertinggal di kuarter pertama, mereka sulit untuk mengejar. Namun masalah terbesar bagi Borneo adalah kehilangan momentum di menit-menit akhir. Terlihat dari enam laga yang berakhir dengan kekalahan, Borneo selalu tertinggal di kuarter keempat. Kalau pun sampai masuk ke babak overtime, maka Borneo juga seperti kehabisan bensin. 

Manajemen Borneo sudah mengambil langkah besar dengan mengganti pelatih. Ricky Benitez yang menggantikan Tondi Raja Syailendra sudah datang dan melihat secara langsung beberapa pertandingan. Kabarnya dia akan mendampingi Borneo Hornbills dalam lanjutan IBL Tokopedia 2024 setelah jeda bulan Februari ini. Diharapkan kehadirannya membawa angin segar bagi Borneo, dan bisa memicu kebangkitan tim ini. (*)

Baca Juga: Bumi Borneo Jinakkan Satya Wacana

0 Comments