Pacific Caesar Surabaya bak benang kusut yang belum terurai. Klub Kota Pahlawan masih berkutat dengan masalah mendasar yang sama sejak awal IBL 2026.
Inkonsistensi dalam bertahan menjadi momok bagi Pacific Caesar Surabaya sejauh ini. Kesalahan tersebut kembali terulang saat berhadapan dengan RANS Simba Bogor, Rabu (8/2).
Asisten pelatih Pacific Caesar Surabaya, Andi Prasetyo, menilai pertahanan di paint area menjadi yang paling besar bagi timnya. Lubang tersebut kerap dimanfaatkan lawan untuk mencuri poin mudah.
"Jadi itu (perbaikan pertahanan) akan jadi konsentrasi kami dalam melanjutkan sisa laga ke depan," kata Andi.
Pemain Pacific Caesar Surabaya, Christian Yudha, turut mengamini ucapan Andi. Selain pertahanan, mentalitas bertanding juga masih berantakan.
"Selain masalah teknis bertahan, perbaikan mental juga menjadi evaluasi kami para pemain," ujar Yudha.
0 Comments