Wahyu Widayat Jati, Berani Mengubah Kultur Basket Indonesia


Jul 20, 2020

Wahyu Widayat Jati mendapatkan gelar Coach of The Year pada IBL 2018-2019 atas prestasinya membawa NSH Jakarta hingga semifinal. Berbicara soal ketegasan, Wahyu jagonya. Namun di balik itu semua, Wahyu ingin mengubah kultur basket di Indonesia supaya lebih baik lagi.

Wahyu atau yang akrab disapa Coach Cacing, sering bilang bahwa kultur basket Indonesia itu tidak bagus. Ini dipengaruhi pula oleh budaya asli orang ketimuran. Tidak ada semangat bertarung dan bersaing di antara sesama pemain. Ini buruk, apalagi basket adalah olahraga full body contact. Kalau tidak ada jiwa petarung, maka harus mundur dari olahraga ini.

Kesannya memang kasar, tapi itulah yang membuat Coach Cacing sukses di beberapa musim terakhir. Ini dibuktikan dari prestasinya selama ini. Coach Cacing sukses membawa CLS Knights Surabaya juara IBL 2016, mendapatkan medali perak di SEA Games 2017, lalu menjadikan tim papan bawah, NSH Jakarta, bisa menembus semifinal IBL 2018-2019.

Sederet prestasi tersebut tidak didapatkan dengan cuma-cuma. Coach Cacing memang punya kultur basket yang keras. Dirinya pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Negara tempat lahir basket itu sendiri. Aroma persaingan tidak hanya dibawa Coach Cacing di dalam pertandingan saja, bahkan saat latihan dia benar-benar membuat anak asuhnya saling bersaing. Ini untuk menunjukkan pada mereka bahwa untuk mendapatkan tempat utama di tim, mereka harus bekerja keras. 

Keras dan tegas, itulah yang dikenang oleh DaShaun Wiggins, pemain asing NSH di musim 2018-2019. Tapi masalahnya, itu yang diperlukan bagi tim-tim di Indonesia. Menurutnya, ketegasan dari Coach Cacing berhasil membangkitkan semangat saat mereka sedang turun di tengah laga. 

Satu hal yang selalu diingatkan Coach Cacing ketika melatih. Dalam bermain basket, harus dihilangkan sifat baper (bawa perasaan) atau dendam. Semua harus fokus dalam permainan, fokus pada strategi, serta bermain sepenuh hati dan tenaga. 

Kini Coach Cacing ada di jajaran kepelatihan timnas Indonesia. Pengalamannya serta ketegasannya diperlukan untuk meningkatkan performa timnas basket Indonesia. Tapi kalau nanti sudah selesai mengabdi pada negara, diharapkan Coach Cacing bisa kembali ke IBL. Ini agar semakin banyak tim yang merasakan tangan dinginnya. (*)

 

 

Credit foto : Hari Purwanto